Universitas Airlangga Official Website

Gelar Workshop Kepenulisan Opini, Hima IIP Kasih Tips Biar Tembus Media

Probo Darono Yakti , menjelaskan materi Workshop Kepenulisan Opini pada pada Jumat (22/9/2023) (Foto: Maulana Achmad)
Probo Darono Yakti , menjelaskan materi Workshop Kepenulisan Opini pada pada Jumat (22/9/2023) (Foto: Maulana Achmad)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan Workshop Kepenulisan Opini di ruang Adi Sukadana Gedung A FISIP pada Jumat (22/9/2023). Workshop itu adalah hasil kerja sama antara Hima Ilmu Informasi dan Perpustakaan UNAIR dengan Pusat Talenta. Tujuannya, memberikan pemahaman teknik dan strategi penulisan opini yang menarik dan berpengaruh.

Pemateri dalam Workshop Kepenulisan Opini tersebut adalah Probo Darono Yakti S Hub Int M Hub Int. Ia adalah praktisi berpengalaman dalam penulisan opini yang berhasil memublikasikan tulisan di berbagai media.

Sebagai pemateri, Probo menekankan pentingnya menggabungkan fakta dengan analisis dalam penulisan opini. Fakta memberikan dasar, sementara analisis yang mendalam memperkuat argumen dan memengaruhi pembaca.

“Kita perlu menggabungkan fakta dengan analisis yang mendalam untuk menciptakan opini yang kuat,” ujarnya.

Probo Darono Yakti dan peserta, melakukan sesi tanya jawab dalam Workshop Kepenulisan Opini pada pada Jumat (22/9/2023) (Foto: Maulana Achmad)

Sudut Pandang Ketiga

Selain itu, ia menekankan pentingnya sudut pandang ketiga dalam penulisan opini untuk menjaga keseimbangan dan objektivitas. Sudut pandang ketiga juga membantu menghindari bias yang mungkin muncul ketika penulis terlalu terikat dengan pandangannya sendiri. Sehingga itu mendorong perdebatan yang lebih seimbang dan konstruktif.

“Sudut pandang ketiga membantu kita melihat isu dari berbagai perspektif yang berbeda, membuat opini lebih kuat, dan dapat diterima oleh berbagai audiens,” tambahnya.

Probo juga menyoroti masalah umum dalam penulisan opini. Yaitu, penyampaian hasil penelitian yang tidak efektif kepada pembaca. Ia menyarankan agar mengemas informasi secara ringkas dan menarik.

“Ketika menciptakan tulisan opini, kita sebaiknya menghindari gaya yang terlalu abstrak. Fokus pada isu-isu konkret dan relevan yang sedang dibicarakan saat ini. Dengan mengambil sudut pandang yang berbeda, kita dapat menciptakan tulisan yang memikat dan dapat memberikan kontribusi berarti dalam perdebatan publik.” ujar Probo.

Workshop Kepenulisan Opini itu menjadi langkah positif dalam mendukung pengembangan keterampilan akademik dan berpikir kritis mahasiswa UNAIR. Dengan semangat belajar yang tinggi, diharapkan peserta dapat menerapkan keterampilan yang mereka peroleh dalam tulisan opini mereka yang akan datang.

Penulis: Rosali Elvira Nurdiansyarani

Editor: Feri Fenoria