UNAIR NEWS – Divisi Kewirausahaan Himpunan Mahasiswa (Hima) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar workshop dengan tema “Strategy and Business Development in the Digital Era”. Acara di Gedung Kuliah Bersama Ruang 308 pada Sabtu (23/9/2023) itu mengundang Osman Nur Chaidir selaku CEO Macroscope Berdikari Nusantara dan Ketua Komunitas Program Mahasiswa Wirausaha 2023, Julie Sintia Nabila selaku Business Mentor Airlangga Young Entrepreneur (AYE) 2023.
Aulia Gita Prameswari selaku ketua pelaksana berharap agenda tersebut menjadi wadah pengembangan minat dan motivasi mahasiswa untuk terjun ke dunia wirausaha. Di sisi lain, Septyani Prihatiningsih SKM MKKK selaku pembina HIMA K3 menyampaikan tujuan kegiatan itu adalah melengkapi kompetensi mahasiswa.
Sebagai tambahan informasi, Menurut Dr Tika Widiastuti SE MSi, wakil dekan I FV, menyebut kegiatan itu sesuai arah kebijakan rektor mengenai peningkatan persentase lulusan yang berwirausaha. Sehingga kegiatan tersebut sangat relevan dan bisa memberikan benefit yang cukup signifikan.
Perencanaan Bisnis
Dalam paparannya, Osman menceritakan ketertarikan awal dirinya dan memulai bisnis sejak dirinya berada di kelas tiga sekolah menengah pertama. “Semua wirausaha bermula dari kata-kata mulai aja dulu sekarang. Bukan menunda-nunda besok, nanti, setelah lulus dan sebagainya,” katanya.
Bukan hanya itu, Osman menjelaskan bahwa beberapa hal yang harus difokuskan dalam perencanaan bisnis mencakup apa, bagaimana, siapa, berapa dan mengapa. Osman menekankan bahwa Membangun sebuah bisnis jangan menawarkan targetnya itu semua kalangan.
“Dalam perencanaan bisnis, orientasikan kepada empat hal utama,” imbuhnya. Empat hal utama yang dimaksud sebagai lingkar keberuntungan tersebut meliputi orang, produk, modal, dan pertumbuhan.
Langkah-Langkah Bisnis
Dalam workshop itu, Osman menjelaskan ada banyak sekali model atau klasifikasi bisnis yang bisa dipilih untuk menentukan orientasi bisnis. Contohnya, social based company, sebuah perusahaan yang berfokus kepada unsur-unsur sosial. Osman menyampaikan tujuan kanvas dapat memberikan gambaran produk secara holistik.
“Yang kedua, cara memformulasikan sebuah perencanaan bisnis yang strategis, manfaatkanlah kanvas-kanvas,” ucap alumnus Sosiologi UNAIR.
Langkah selanjutnya dengan menentukan target objektif dengan memastikan penggunaan SMART (Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). selanjutnya, memperhatikan aspek legalitas dan melek finansial.
“Langkah paling simpel dalam keuangan bisnis memisahkan rekening pribadi dengan bisnis,” pungkasnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Bisnis
Pada pemaparan materi kedua, Julie menyampaikan ada banyak sekali basic skill yang harus dikuasai sebelum menjadi wirausahawan. Misalnya, kemampuan berkomunikasi dan berjejaring.
“Sebelum kalian memulai sesuatu, penting banget untuk kalian tau kira-kira hal yang mau kalian jalankan itu butuh apa aja,” pesannya untuk menghindari kegagalan seminimal mungkin.
Langkah selanjutnya adalah proses running bisnis yang harus dikembangan. “Kalau aku pribadi, aku selalu menekankan bisnisku untuk B2B (Business to Business)” terang alumni Manajemen Perhotelan Universitas Airlangga itu.
Dalam berbisnis tentunya ada naik turunnya. Sehingga dibutuhkan evaluasi perjalanan bisnis yang dijalani. Setelah bisnis sudah berjalan, perlu pemikiran bagaimana bisnis tersebut bisa berkembang.
Dengan berlatar belakang alasan mayoritas mahasiswa terkendala dalam modal. Julie menyarankan untuk mengikuti perlombaan agar mendapat pendanaan. “Ikut lomba adalah salah satu langkah awal bagi teman-teman untuk bikin bisnis.” ungkapnya dalam workshop.
Julie menyampaikan ada banyak platform yang menginformasikan mengenai lomba bisnis. “Aku saranin teman-teman untuk nge-follow instagram nggak terbatas di UNAIR saja” sarannya di akhir sesi diskusi.
Penulis: Meli Nor Arista
Editor: Feri Fenoria





