UNAIR NEWS – Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR) dengan bangga menyelenggarakan The 4th International Conference on Law, Governance, and Globalization (ICLGG 2023). Konferensi ini menjadi ajang berharga bagi para akademisi dan praktisi hukum internasional. Mereka berbagi pengetahuan, gagasan, dan penelitian terbaru dalam bidang hukum, tata kelola, dan isu global yang relevan. Kegiatan berlangsung di Aula Pancasila, Fakultas Hukum, Kampus B UNAIR pada Rabu (02/08/2023).
Meningkatkan Keadilan
Abdullah Al Subhi mewakili Islamic University of Madinah, Saudi Arabia, menjadi salah satu pembicara dalam konferensi tersebut. Dalam paparannya, Al Subhi membahas tentang The Right of the Human to Achieve Justice in the Saudi Judiciary. Lewat materi itu harapannya dapat memberikan wawasan berharga bagi para peserta tentang pemahaman dan pelaksanaan keadilan dalam konteks hukum internasional.
“Upaya yang dilakukan oleh sistem peradilan di Saudi Arabia untuk memberikan perlindungan dan keadilan bagi setiap individu dalam masyarakatnya. Dengan menggali aspek-aspek kunci dalam sistem peradilan,” jelasnya.
Tantangan dan Peluang
Bandar Khalid Althubyan perwakilan dari Islamic University of Madinah, Saudi Arabia, membahas The Legal Framework for Employment of Women under Saudi Labor Law. Bandar mengulas tentang hukum ketenagakerjaan di Saudi Arabia yang berkaitan dengan peluang kerja dan perlindungan bagi perempuan di tempat kerja.

“Dengan semakin aktifnya partisipasi perempuan dalam pasar kerja, isu ini menjadi semakin relevan dan membutuhkan kerangka hukum yang sesuai untuk melindungi hak-hak perempuan dalam dunia kerja,” ujarnya.
Konstruksi Berkelanjutan
Dr Faizal Kurniawan SH MH LL M dosen FH UNAIR memberikan materi yang membahas Legal Framework of Sustainable Construction Procurement to Prevent Land Degradation: Comparison between Indonesia, Singapore, and Thailand. Materi itu menyoroti pentingnya konstruksi berkelanjutan sebagai salah satu solusi untuk mencegah degradasi lahan yang semakin mengkhawatirkan.
“Melihat kerangka hukum terkait konstruksi berkelanjutan di Indonesia, Singapura, dan Thailand, tentunya akan memberikan pemahaman lebih mengenai peluang dan tantangan dalam mengimplementasikan konstruksi berkelanjutan dalam konteks hukum internasional,” jelasnya.
Mengokohkan Jaringan Akademik Global
Event ICLGG 2023 harapannya dapat menjadi momentum berharga bagi para peserta untuk berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan membangun jaringan akademik global. Yakni, lewat pertukaran ide dan pemikiran. Semoga konferensi ini dapat memberikan sumbangan positif dalam pengembangan ilmu hukum dan isu-isu global yang semakin kompleks di era globalisasi. (*)
Penulis: Satriyani Dewi Astuti
Editor: Binti Q. Masruroh





