UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) membawa angin segar ke Desa Karangmulyo lewat program inovatif bernama GEMA MULYO (Generasi Emas Karangmulyo). Program ini hadir bukan sekadar sebagai tugas kuliah, melainkan sebagai respons aktual terhadap masih banyaknya kejadian stunting dan masalah kebutuhan ekonomi keluarga.
Inisiatif ini berfokus pada dua sasaran sekaligus. Pertama, membantu ibu-ibu yang sering kebingungan menentukan takaran gizi harian anak. Kedua, memberdayakan ibu rumah tangga yang ingin memiliki pekerjaan ganda selain IRT untuk memiliki penghasilan sendiri. Caranya? Dengan membentuk unit usaha kolektif yang memproduksi “Paket MPASI” siap olah dan siap diberikan kepada anak. Produk ini memanfaatkan kekayaan alam lokal, seperti sayuran dan protein hewani hasil tani setempat sehingga modalnya murah namun tetap memperhatikan kebutuhan gizi setiap usia masing-masing bayi.
Kegiatan pemberdayaan ini berlangsung dalam tiga tahap penting. Pada sesi pertama, pada tanggal 7 Januari tim BBK 7 melakukan sowan dan pemetaan sasaran target dengan ketua PKK & PPKBD Karangmulyo. Sesi kedua, Sabtu, 17 Januari 2026, tim mahasiswa menggelar pelatihan intensif. Peserta diajak memahami standar gizi MPASI yang tepat untuk usia 6-8 bulan, 9-12 bulan, hingga 12-23 bulan. Tak hanya soal masak-memasak, warga juga diajarkan simulasi bisnis. Mereka menghitung modal agar paket bisa dijual terjangkau namun tetap untung, serta belajar cara pemasaran produk.
Puncaknya terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026, saat soft launching produk digelar di Pendopo Balai Desa Karangmulyo. Acara ini menandai lahirnya unit usaha baru milik warga. Lewat paket MPASI praktis ini, para ibu tak perlu lagi pusing menakar bahan, dan risiko kesalahan pemberian makan bisa diminimalisir.
Langkah strategis BBK 7 UNAIR ini secara konkret mewujudkan tiga tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs): menjamin anak-anak bebas kelaparan (SDG 2), memastikan kehidupan yang sehat sejak dini (SDG 3), serta menciptakan lapangan kerja layak yang menggerakkan ekonomi desa (SDG 8). Harapannya, dari dapur-dapur sederhana di Karangmulyo, akan lahir generasi emas yang sehat dan sejahtera.
Penulis: Fernanda Athaya Salsa Bella





