UNAIR NEWS – Airlangga Essay Academy 2022 menyelenggarakan webinar Airlangga Writing Education (AWE 2022) dengan mengangkat tajuk “How Important is Essay Writing Knowledge in Supporting The SDGs Program”. Webinar ini dilangsungkan pada Minggu (21/8/2022) secara daring dan mengundang Sri Yayu Ninglasari, SE, MSEI.
Esai, buka Sri, yang telah sering didengar oleh masyarakat awam, adalah sebuah karya tulis yang membahas suatu topik tertentu secara sepintas dari pandangan penulis untuk meyakinkan pembaca terkait ide-ide yang kita tuangkan, seperti argumen. “Esai penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman yang dapat dianalisis sehingga memunculkan pemikiran kritis, juga mengembangkan kapasitas tulis,” bebernya.
Bukan hanya argumentatif esai, tetapi masih banyak juga tipe esai lain, seperti esai komparasi, ekspositoris, dan naratif. Perbedaan konteks esai tersebut sesuai dengan namanya, seperti untuk mengekspos argumentasi, membandingkan suatu hal, menjelaskan suatu proses, atau mendeskripsikan hal-hal umum sebagai hiburan.
“Struktur dasar esai adalah pendahuluan, isi, dan penutup atau kesimpulan. Pendahuluan berisi gambaran kepada pembaca mengenai konteks, isi, membahas bukti lebih rinci agar pembaca menerima sudut pandang dari penulis, dan kesimpulan sebagai pemersatu dan penyingkat bagian-bagian sebelumnya,” terang Sri.
Idealnya, lanjut Sri, pendahuluan berisi 10%, isi mengandung 80%, dan kesimpulan 10% dari keseluruhan isi esai. Ia menyarankan untuk mengikuti persentase ini agar esai dapat optimal dan tidak ada pengurangan esensi esai itu sendiri.
Selain mengoptimalkan esai dari segi struktur, segi konteks juga merupakan hal utama yang dimaksimalkan. “Untuk menjadi esai yang baik, harus ada bukti pendukung yang kuat dan tepat, mencantumkan argumen disertai pembahasan perspektif lain, kemudian menyimpulkannya secara singkat, dan tidak lupa menuliskan sitasi dari sumber terpercaya,” jelas Sri.
Faktanya, pengetahuan tentang esai dapat mendukung program SDGs (The Sustainable Development Goals) yang tengah digalakkan oleh dunia. SDGs mengacu pada 17 bidang dan 169 target yang sering digunakan sebagai tema menulis esai.
“Esai yang sudah dipublikasikan akan dijadikan bahan pertimbangan atau pengetahuan bagi pemangku kepentingan, seperti pembuat kebijakan, Pemerintah, dan lain sebagainya,” tutup Sri.
Penulis: Leivina Ariani Sugiharto Putri
Editor: Nuri Hermawan





