UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR mengadakan Webinar Nasional MAWACANA 2023. Acara itu mengangkat tema “Waspada Bencana Alam Akibat Global Warming” guna memberikan informasi dan kepedulian terhadap dampak yang akibat fenomena global warming.
Webinar tersebut terlaksana secara daring via Zoom Meeting pada Sabtu (28/10/2023). BEM FKM berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) JATIM. Dalam kegiatan itu menghadirkan Mukhtarodin Widodo seorang analis mitigasi bencana BPBD JATIM/
Pada pembukaan, Mukhtarodin menyampaikan terkait situasi bumi saat ini yang mengalami pemanasan global. Hal itu, sambungnya, merupakan dampak dari perubahan suhu dunia mencapai 2 derajat, bahkan kutub utara mengalami perubahan suhu hingga 6 derajat.
“Nah ini kan, ndak normal. Bukan suatu keadaan yang normal, daripada dengan 21.000 tahun yang lalu saja sampai 6.000 tahun yang lalu tidak ada perubahan iklim yang signifikan,” katanya.
Siklus Alam
Mukhtarodin lalu menjelaskan fenomena global warming atau pemanasan global saat ini merupakan hal yang tidak wajar. Dari pemaparannya, Indonesia hanya dalam jangka 60 tahun atau 70 tahun mendatang mengalami perubahan suhu melebihi 2 derajat.
“Berarti ada yang salah dan tidak beres dengan bumi kita,” ujarnya.
Menurutnya ketidakberesan terkait fenomena pemanasan global dunia, akibat dari penggunaan emisi gas rumah kaca. Hal itu, lanjutnya, yang menimbulkan efek rumah kaca sehingga timbul pemanasan global dan berakhir pada perubahan iklim secara global.
“Nah ini yang kita takutkan sebenarnya, karena pemanasan global berdampak pada air laut akan naik. Tidak menutup kemungkinan, kota-kota daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan laut akan tenggelam,” tuturnya.
Efek Rumah Kaca
Dalam pemaparan berikutnya, Geologi asal UGM itu menyampaikan terkait efek rumah kaca sebagai salah satu penyebab adanya pemanasan global. Utamanya yang berdampak pada munculnya perubahan iklim bumi. Ia menyebutkan jenis-jenis yang termasuk pada gas efek rumah kaca, yaitu HFC, N↕0, PFC, SF6, C02, CH4.
“Enam emisi gas ini harus kita tekan konsumsinya atau emisi nya sehingga efek rumah kaca yg menyebabkan pemanasan global bisa kita tekan lajunya,” ungkapnya.
Dampak Perubahan Iklim Bumi
Selanjutnya, Analis mitigasi bencana BPBD JATIM ini juga memaparkan terkait dampak dari perubahan iklim bumi. Ia memaparkan situasi Jawa Timur yang telah mengalami bencana alam akibat perubahan iklim bumi.
Dari pemaparannya sekitar 3 bulan terakhir JATIM mengalami kekeringan juga kebakaran hutan dan lahan yang intensif. Sekitar akhir Agustus fenomena kebakaran hutan dan lahan muncul, mulai dari Gunung Arjuno, belum lagi kebakaran savana Bromo dan Gunung Lawu.
“Salah satu dampak dari perubahan iklim karena akibat peningkatan suhu, meskipun hanya 1 sampai 2 derajat itu sudah bisa menimbulkan bencana,” ujarnya.
Pada akhir acara ia mengingatkan kepada peserta untuk mulai paham dan mengetahui terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
“Ini menunjukkan betapa pentingnya untuk mengetahui dan memahami terkait kesiapsiagaan bencana. Untuk menghadapi bencana terutama kita Indonesia khususnya Jawa Timur dengan yang merupakan daerah rawan bencana alam,” tutupnya.
Penulis: Tsaqifa Farhana Walidaini
Editor: Nuri Hermawan





