Universitas Airlangga Official Website

Gubes UNAIR Paparkan Strategi Bisnis Berkelanjutan Guna Menghadapi Resesi Global

Potret Prof Dr Indrianawati Usman SE MSc saat memaparkan orasi ilmiah. (Foto: PKIP UNAIR)
Potret Prof Dr Indrianawati Usman SE MSc saat memaparkan orasi ilmiah. (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – Prof Dr Indrianawati Usman SE MSc resmi diangkat sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Manajemen Operasi Strategik Universitas Airlangga (UNAIR) pada Rabu (10/5/2023). Pengukuhan itu berlangsung di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Indri memaparkan ancaman resesi global yang terjadi di beberapa negara Eropa di awal tahun 2023. Menurutnya, ancaman tersebut memengaruhi keberlangsungan bisnis akibat penurunan tren ekonomi yang berimbas pada krisis sosial dan krisis lingkungan.

Menanggapi fenomena itu, Prof Indri mendorong perusahaan tidak hanya berfokus mengambil keuntungan, namun juga memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan. Ia menawarkan kombinasi strategi bisnis dengan bisnis berkelanjutan yang mengintegrasikan profitabilitas dengan prinsip-prinsip etika dan tanggung jawab sosial.

“Bisnis berkelanjutan menyelaraskan perspektif sosial dan lingkungan serta keuntungan secara seimbang sehingga menjadi solusi tepat dalam menghadapi resesi,” ujar guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis ke-35 tersebut.

Konsep Strategi Bisnis Berkelanjutan

Prof Indri menjelaskan bahwa istilah berkelanjutan bermula dari konsep triple bottom line yang berlandaskan 3P (profit, people, planet). Di antaranya aspek ekonomi, aspek sosial berkenaan dengan kesejahteraan karyawan dan masyarakat sekitar, serta aspek lingkungan sebagai dampak dari adanya kegiatan operasional bisnis. 

Selain itu, ia juga mengacu pada konsep creating shared value (CSV) dalam perumusan strategi bisnis keberlanjutan. Beberapa perusahaan besar, sambung Prof Indri, telah menjalankan program CSV yang menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara kontinu.

“Perusahaan yang menerapkan CSV dapat membagikan manfaat dengan nilai sosial dan lingkungan melalui penciptaan produk baru, membuat formasi antar para pesaing, pemasok, dan pelanggan untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada perusahaan dan masyarakat,” tutur Prof Indri.

Selanjutnya, ketua Aliansi Program Doktor Ilmu Manajemen Indonesia (APDMI) itu menyebut konsep yang juga mendukung bisnis berkelanjutan adalah pendekatan stakeholder. Peran stakeholder pada bisnis berkaitan dengan Corporate social Responsibility (CSR) dan prinsip etika.

Implementasi Strategi Bisnis Berkelanjutan

Prof Indri menyebut implementasi dari peralihan strategi bisnis konvensional menuju strategi bisnis berkelanjutan membantu perusahaan untuk mengurangi risiko finansial serta meningkatkan daya saing di pasar global. Bahkan, lanjutnya, menjalin hubungan yang lebih baik dengan pelanggan, pemasok, dan masyarakat.

“Penerapan strategi bisnis berkelanjutan berdampak pada terciptanya efisiensi operasional, penghematan energi melalui pengolahan limbah, dan pengurangan penggunaan bahan kimia yang berbahaya. Sehingga secara keseluruhan akan mengurangi biaya operasional jangka panjang,” terang koordinator wilayah Jawa Timur Forum Manajemen Indonesia itu.

Kendati demikian, Prof Indri juga mengatakan tantangan dari implementasi strategi operasi umumnya berkaitan dengan internal perusahaan. Maka dari itu, ia mendorong adanya kolaborasi antar seluruh elemen untuk berkomitmen mengatasi krisis ekonomi, krisis sosial, dan krisis lingkungan. 

Proses pengukuhan diakhiri dengan sesi afirmasi dari rekan maupun kerabat. Afifah Rahmania, putri dari Prof Indri, berkesempatan mengungkapkan rasa bangga terhadap pencapaian Prof Indri dan kegigihannya dalam menuntut ilmu tanpa mengabaikan peran sebagai seorang ibu sekaligus.

Penulis: Sela Septi Dwi Arista

Editor: Khefti Al Mawalia