UNAIR NEWS– Hari terakhir GeLORa 2025 sukses berlangsung di Gedung Airlangga Convention Center (ACC) pada tanggal Minggu (16/11/2025). GeLORa 2025 merupakan perhelatan besar persembahan dari GRCC-AILG (Center for Governance, Risk, Compliance & Competitiveness) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga. Acara ini berlangsung selama empat hari, (13-17/10/2025)Â yang bertujuan untuk menggali, mengapresiasi, dan melestarikan budaya Madura, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia.
Dengan tema “BANGGA MADURA. BANGGA JAWA TIMUR. BANGGA JADI INDONESIA,” GeLORa 2025 mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merayakan keunikan dan warisan budaya Madura. Acara ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya Madura ke kancah internasional, sekaligus mengajak kita untuk lebih menghargai dan menjaga keberagaman budaya yang ada di Indonesia.
Pameran Seni dan Kerajinan Madura
Salah satu daya tarik utama dari gelaran GeLORa 2025 adalah Pameran Lukisan “Madura on Canvas”, yang menampilkan karya-karya seniman lokal Madura. Pameran ini menjadi wadah untuk mengenalkan keindahan alam, kehidupan sosial, serta kearifan lokal Madura dalam bentuk seni rupa.
Selain itu, Keris & Tosan Aji Madura juga mendapatkan tempat khusus dalam acara ini. Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi keris dan senjata tradisional Madura yang memiliki nilai historis dan filosofis yang tinggi.
Batik Madura, yang identik dengan corak khas dan teknik pembuatannya, juga menjadi salah satu daya tarik utama. Dalam pameran ini, pengunjung memahami keunikan motif batik Madura yang sarat dengan simbolisme dan makna budaya yang mendalam.
Lenggang Nusantara KCBI
Tak hanya sekadar pameran, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan dari Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI). Sebuah pagelaran yang menyuguhkan aksi Lenggang Nusantara, sebuah pentas seni yang menggabungkan tradisi berkain dengan modernitas. KCBI juga menampilkan Jembrengan KCBI, sebuah tarian khas Madura yang memukau penonton dengan gerakan yang energik dan penuh makna.
Acara ini semakin meriah dengan kehadiran Astied Asmarani. Ia adalah seorang desainer fashion ternama yang dikenal dengan karyanya yang mengusung motif dan elemen-elemen tradisional Madura. Dalam kreasinya, Astied berhasil menggabungkan warisan budaya dengan tren fashion modern, menciptakan koleksi yang tidak hanya modis tetapi juga sarat makna budaya.
Selain itu, kemeriahan acara ini juga berlanjut dengan penampilan Fuad Sasmita, seorang comedian asal Madura yang menghibur para pengunjung dengan aksi stand-up comedy yang segar dan penuh humor.
Dengan suksesnya penyelenggaraan GeLORa 2025, UNAIR sekali lagi menunjukkan komitmennya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal. Selain itu UNAIR juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Melalui acara ini, pengenalan budaya Madura tidak hanya dalam konteks sejarah dan tradisi, tetapi juga sebagai kekuatan yang relevan di dunia modern.
Penulis: Saffana Raisa Rahmania
Editor: Ragil Kukuh Imanto





