UNAIR NEWS – Ketua Airlangga University Bidik Misi Organization (AUBMO) PSDKU Universitas Airlangga, Hodimatum Mahiroh menyatakan turut bangga bahwa anggotanya, Hefinka Anevia N.H, mahasiswa prodi Kesehatan Masyarakat PSDKU (Program Studi Diluar Kampus Utama) UNAIR Banyuwangi, berhasil lolos dalam ajang Temu Ilmiah Mahasiswa Bidik Misi Nasional, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepada unair.news, Selasa (12/12) kemarin, Hodimatum Mahiroh, mengatakan bahwa dalam acara tahunan yang diadakan oleh Forum Mahasiswa Bidik Misi Universitas Mataram (Unram) ini, Hefinka menghadiri forum karena lolos dalam “10 Besar” lomba baca cipta puisi, sehingga diundang untuk menampilkan karyanya.
Karena itu, kegiatan itu pesertanya khusus mahasiswa Bidik Misi dari seluruh universitas di Indonesia. mahasiswa yang lolos dalam 10 besar lomba berhak untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan dewan juri di kampus Universitas Mataram.
Temu ilmiah Mahasiswa Bidik Misi tersebut dilaksanakan selama empat hari (15-18 November) di kampus UNRAM, Lombok. Pada temu ilmiah tahun 2017 ini digelar acara antara lain berbagai lomba-lomba, seminar, dan presentasi karya. Lomba yang duiadakan antara lain, lomba karya tulis ilmiah, lomba baca cipta puisi, lomba kisah inspiratif, dan tari tradisional.
”Acara malam keakraban dan penutupan kegiatan ditandai dengan field trip ke Desa Sade, Pantai Mandalika, Pantai Tanjung Anom, Lombok,” kata Hodimatum.
Dihubungi terpisah, Hefinka Anevia, mahasiswa Bidik Misi UNAIR Banyuwangi menyatakan rasa syukurnya bahwa dirinya berhasil lolos sebagai salah satu dari 10 finalis lomba baca cipta puisi ini, sehingga berkesempatan diundang ke forum bergengsi bagi mahasiswa Bidik Misi ini.
”Sebenarnya ini salah satu impian saya untuk membacakan puisi di hadapan orang lain. Puisi ini saya tulis di kamar kos dalam selembar kertas, dan alhamdulillah tahun berkesempatan untuk ke Mataram di diajang nasional ini,” katanya.

Rasa syukur yang kedua, bahwa dari program PERMATA yang kemarin diikuti itu, sekalian ia bisa mengunjungi enam sahabatnya di NTB yang sudah lama berkeinginan untuk mengunjunginya. ”Jadi selain berkompetisi, saya juga bisa bersilaturrahmi dengan sahabat saya itu,” tambah Hefinka dengan rasa haru.
”Mataram orangnya sangat ramah. Juga ada makanan khas yang saya juga tertarik, yaitu Plencing kangkung, enak sekali. Suasana adat disana masih kental, terutama suku Sasak di Desa Sade, kerajinan tenunnya juga cantik dan masih banyak lagi,” katanya.
”Langkahkan kaki untuk menemukan perbedaan dan selalu mengambil pelajaran dari perjalanan. Jangan pernah berfikir akan sia-sia,” pesan Hefinka, puitis. (*)
Penulis : Siti Mufaidah.
Editor : Bambang Bes.





