Latar Belakang. Limfohistiositosis hemophagositik (HLH) adalah kondisi yang berpotensi fatal yang ditandai dengan aktivasi imun yang berlebihan dan peradangan sistemik yang parah, seringkali menyebabkan disfungsi multiorgan. HLH sekunder (sHLH) dapat dipicu oleh infeksi, dengan virus dengue semakin diakui sebagai penyebab yang signifikan, terutama di daerah tropis.
Laporan Kasus. Kami melaporkan kasus seorang gadis berusia 10 tahun yang mengalami sHLH sebagai komplikasi infeksi dengue. Ia dirujuk ke rumah sakit kami pada hari ke-13 demam, setelah hilangnya manifestasi perdarahan tetapi dengan sitopenia yang menetap setelah enam hari dirawat di rumah sakit. Pengujian serologis menunjukkan IgG anti-dengue negatif dan IgM anti-dengue positif.
Lima dari delapan kriteria diagnostik HLH-2004 terpenuhi: demam, splenomegali, sitopenia yang memengaruhi tiga garis sel, hiperferritinemia, dan hemophagositosis yang dikonfirmasi oleh pemeriksaan sumsum tulang. Menurut Histiocyte Society (2004), terapi awal untuk sHLH biasanya meliputi kortikosteroid, etoposide, dan siklosporin A; namun, dalam kasus ini, pasien menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan hanya dengan deksametason intravena.
Kesimpulan. Pengenalan dini sHLH yang terkait dengan demam berdarah sangat penting untuk mencegah komplikasi berat dan mengurangi angka kematian.
Kasus ini menggarisbawahi pentingnya diagnosis yang cepat dan intervensi terapeutik yang tepat waktu.
Penulis: Paulus Budiono Notopuro
Dipublikasikan di Romanian Journal of a Pediiatric Vol 74 No 3, 2025.
( Ro J Pediatr. 2025;74(2))
DOI: 10.37897/RJP.2025.3.10





