Universitas Airlangga Official Website

HI UNAIR Kembali Selenggarakan Westphalia Setelah Vakum Dua Tahun

Pemberian sambutan oleh Probo Darono Yakti saat membuka Westphalia pada Rabu (1/3/2023). (Foto: Adil Salvino)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Hubungan Internasional (HI) sukses menyelenggarakan Westphalia pada Sabtu (4/3/2023) di Aula Soetandyo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Westphalia sendiri merupakan acara peringatan hari lahir HI UNAIR. Westphalia kali ini digelar dengan mengusung tema “Reminiscing the Good Old Memories”. 

Mulanya Westphalia digelar setiap tahun, tetapi dua tahun terakhir acara tersebut terpaksa tidak digelar karena pandemi Covid-19. Westphalia memiliki tujuan untuk meningkatkan relasi antara mahasiswa baru, kakak tingkat, hingga alumni. 

HIMAHI UNAIR juga mengundang beberapa narasumber yang akan mengisi sesi pitstop dan talkshow. “Westphalia ini diharapkan dapat menjadi momen untuk menjalin silaturahmi kepada alumni dan menjadi media untuk mengekspresikan diri,” sambut Dosen HI Probo Darono Yakti SHub Int MHub Int. 

Suka Duka Tinggal di Negeri Orang

Pitstop kali ini mengundang Florell Jovanna P. Leimena, Jayanti Aarnee Kusumadewi, dan Muhammad Hazbi. Ketiganya mengisi sesi pitstop dengan membahas serba-serbi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM).    

Florell menyatakan keinginannya ikut Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) karena Florell memiliki minat seputar Amerika Serikat. Florell juga memiliki perhatian terhadap isu-isu sosial di Amerika. “Kondisi di US yang berbeda juga menuntut aku untuk beradaptasi biar bisa survive,” ujar Florell.

Selaras dengan Florell, alasan Aarnee ikut IISMA adalah ingin menambah pengalaman. Menurut Aarnee, masyarakat Korea Selatan yang sebagian besar tidak bisa berbahasa Inggris menjadi tantangan tersendiri karena Aarnee cukup sulit untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat lokal. “Aku mikir kalau ada kesempatan kenapa nggak dicoba saja. Toh, kesempatan nggak datang dua kali,” imbuh Aarnee.  

Hazbi sendiri memilih untuk magang di Kedutaan Besar Indonesia di Praha. Hazbi juga mengatakan dunia kerja dan dunia akademik yang berbeda jauh sempat membuatnya shock. “Ada perbedaan antara bahasa akademik dan birokratis. Selain itu, kalau magang di kedutaan kami dituntut menguasai tiga hal, yaitu analisis, praktis, dan birokratis,” papar Hazbi. 

UNAIR Mengusung Kurikulum Global Strategies

HI UNAIR memiliki tujuan untuk menjadi pusat studi HI di Indonesia dengan mengusung kurikulum global strategies. Kurikulum tersebut dibuat untuk mempersiapkan mahasiswa HI UNAIR tidak hanya di sektor diplomasi, tetapi di berbagai sektor yang sesuai dengan minat mahasiswa. “HI UNAIR sendiri memiliki tujuan agar setiap lulusannya memiliki potensi yang fleksibel sehingga tidak stuck di sektor diplomasi saja,” ujar Dosen HI Dr Phil Siti Rokhmawati Susanto SIP MIR. 

Acara Westphalia dilanjutkan dengan sesi penyerahan jabatan dari KAHIMA-WAKAHIMA 2022-2023 kepada KAHIMA 2023-2024 terpilih Muhammad Al-Farrel Endrizal (HI’20). Westphalia ditutup dengan pertunjukan bakat minat dari mahasiswa HI UNAIR, seperti IR band, IR dance, monolog, stand up comedy, dan lain sebagainya. 

Penulis: Adil Salvino Muslim

Editor: Nuri Hermawan