Universitas Airlangga Official Website

Hijaukan Desa Truni, BBK 7 UNAIR Laksanakan Revitalisasi Kebun Desa

Proses Penanaman Kembali Kebun Desa Truni oleh BBK 7 UNAIR dan Masyarakat pada Jumat (22/1/2026) (Foto: Dokumentasi Tim)

UNAIR NEWS – Musim hujan yang berkepanjangan menyebabkan berbagai tanaman di kebun Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan rusak parah. Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 melakukan revitalisasi kebun. Revitalisasi tersebut dilakukan dengan membersihkan lahan, memperbaiki area tanam, serta mengganti tanaman yang telah rusak dengan tanaman baru yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat.

Mengajak serta masyarakat Desa Truni, mahasiswa BBK 7 UNAIR bergerak mengembalikan ruang hijau produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (22/1/2026) dan Sabtu (23/1/2026). 

“Masyarakat ikut terlibat. Dari mulai tahap perencanaan hingga pelaksanaan dan keberlanjutan program guna menumbuhkan rasa memiliki terhadap kebun desa,” jelas Hanifiyah Syifa Nadifah. Ia adalah penanggung jawab program kerja revitalisasi kebun desa, dalam sesi wawancara pada Minggu (1/2/2026).

Foto Bersama BBK 7 UNAIR di Hadapan Banner Kebun Desa Truni (Foto: Dokumentasi Tim)

Pada tahap perencanaan, mahasiswa BBK 7 berkoordinasi dengan pemerintah desa, dan tokoh masyarakat untuk mengidentifikasi kondisi kebun desa, kebutuhan, serta potensi pengembangannya. Sedangkan, pada tahap pelaksanaan, masyarakat desa terlibat secara langsung dalam kegiatan pembersihan lahan, pengolahan tanah, penanaman, serta penataan kebun desa.

Namun, Hanifiyah menyebutkan dirinya dan tim kesulitan mengajak masyarakat desa untuk terlibat aktif dalam kegiatan revitalisasi kebun desa. “Kondisi Kebun Desa yang Kurang terawat. Seperti banyaknya gulma, kualitas tanah kapur putih, serta sistem pengairan yang kurang memadai juga menjadi tantangan sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra,” ungkapnya.

Meskipun begitu, Hanifiyah dan tim berhasil memitigasi tantangan tersebut dengan melakukan koordinasi dan memanfaatkan partisipan serta peralatan yang ada. Realisasi kebun desa ini berkaitan langsung dengan produksi pangan, mendukung ketahanan pangan lokal, menyediakan sayur, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan pangan bergizi bagi masyarakat. Sehingga turut mengakselerasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Peningkatan Kesehatan dan Kesejahteraan) dan poin 2 (Tanpa Kelaparan). 

“Melalui program revitalisasi ini, harapannya kebun desa dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai ruang hijau produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Hanifiyah. 

Penulis: Dinnaya Mahashofia

Editor: Yulia Rahmawati