Universitas Airlangga Official Website

HIMA Ekonomi Pembangunan Gelar Webinar Economics Creative Lab Ulas

(Dari kiri atas ke kiri bawah) moderator Sepia Alfira Purnama Putri memandu jalannya diskusi webinar bersama Achmad Tohari SE MSc PhD, Javas Alfreda Belva Yoga Pratama SMat, dan Dedi Setiawan SStat CRMP (Foto: SS Zoom)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan webinar bertajuk “Career Experience: What Does a Data Analyst Do?” pada Sabtu (24/6/2023). Acara itu membahas peranan data analis dalam mendorong kemajuan bisnis seiring dengan perkembangan dunia yang serba digital.

Webinar tersebut menghadirkan beberapa narasumber. Di antaranya Dedi Setiawan SStat CRMP, kepala bagian data analis PT Toyota Astra Financial Services; Javas Alfreda Belva Yoga Pratama SMat, data analis Bukalapak; dan Achmad Tohari SE MSc PhD, dosen departemen Ilmu Ekonomi FEB UNAIR.

Narasumber pertama, Dedi menjelaskan, data analis adalah salah satu pengguna data. Profesi ini menganalisis suatu data numerik dan menggunakannya untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan.

“Seorang analis data melihat data secara historis. Sehingga mereka ahli dalam menjawab pertanyaan tentang tren terbaru dan langkah apa yang harus dilakukan perusahaan,” terangnya.

Ia juga membagikan keahlian yang harus dimiliki seorang data analis. Di antaranya meliputi kemampuan analisis data dan visualisasi menggunakan teknik statistik, pemahaman terkait bisnis digital, komunikasi yang efektif, serta pemanfaatan alat visualisasi seperti Microsoft Excel, SQL, Tableau, dan Power BI.

Data Aset Berharga

Selanjutnya narasumber kedua, Javas mengungkap bahwa data merupakan aset berharga yang perlu dilindungi dari akses yang tidak sah. Hal itu karena, menurutnya, pelanggaran privasi dan keamanan data dapat berdampak serius terhadap reputasi perusahaan, keuangan, bahkan kepercayaan pelanggan.

“Sebagai data analis, penting untuk kita menjaga privasi dan keamanan data dari penyalahgunaan atau pencurian data. Sebab data security ini menjadi elemen kritis dalam bisnis modern,” ujar Javas.

Ia menyarankan bagi seorang data analis untuk menggunakan aplikasi resmi saat menganalisis data. Selain itu, bisa pula dengan mengimplementasikan keamanan berlapis atau autentifikasi dua faktor dan melakukan pembaruan sistem secara teratur.

Pada akhir, Achmad menuturkan kemampuan analisis data tidak hanya berguna bagi profesi data analis. Namun, saat ini ekonom juga membutuhkan perangkat keahlian yang sama seperti data analis.

“Sekarang ini trennya bisnis berbasis digital sehingga ekonom juga harus update. Peranan data analis semakin besar membantu perusahaan sebagai kunci pembangunan ekonomi,” pungkas dosen sekaligus alumnus FEB UNAIR itu.

Penulis: Sela Septi Dwi Arista

Editor: Nuri Hermawan