UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) Universitas Airlangga (UNAIR) gelar Library & Information Science National Seminar (LISTEN). Acara tersebut berlangsung pada Kamis (11/9/2025) di Aula Soetandyo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR. Bertema Green Vibes, Smart Libs: Green Library pada Sumber Daya Manusia di Perpustakaan Sekolah, acara tersebut mengundang mahasiswa dan perwakilan-perwakilan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai upaya pengenalan dan penerapan green library di lingkungan sekolah.
Konsep Green Library
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Guru Besar Ilmu Informasi dan Perpustakaan FISIP UNAIR, Prof Dr Rahma Sugihartati Dra M Si sebagai keynote speech. “Green library adalah konsep pengembangan perpustakaan yang berkaitan dengan isu lingkungan yang semakin urgent saat ini. Yang akhir-akhir ini masih diberitakan, baik di tingkat lokal maupun di tingkat global,” papar Prof Rahma mengawali.
Salah satu isu lingkungan adalah deforestasi, yakni penebangan atau penghilangan tutupan hutan secara permanen untuk diubah menjadi lahan lain, seperti peternakan atau pertambangan. “Deforestasi juga masif terjadi di Indonesia. Proses ini mengakibatkan hilangnya ekologis hutan secara permanen sehingga mengurangi daya serap zat karbon yang berkontribusi besar terhadap perubahan iklim dan masalah lingkungan lainnya,” jelasnya.
Green Campus sebagai upaya UNAIR
Ia memberikan contoh penerapan green library. Salah satu langkah yang UNAIR lakukan adalah meningkatkan intensitas penanaman pohon seperti pada bagian sekitar perpustakaan Kampus Dharmawangsa-B. “Itu adalah upaya untuk menjaga lingkungan, sehingga apa yang kita hirup mengandung banyak oksigen yang tanaman keluarkan. (Penanaman, red) pohon-pohon di sini dalam rangka membangun green campus,” tambahnya.
Upaya lain dalam pengurangan polusi udara nampak pada zona kampus yang melarang kendaraan melintas. Sedangkan solusi pengurangan polusi air tercermin pada penggunaan air limbah yang diolah untuk flush di setiap toilet.
Pentingnya Kesadaran Lingkungan
Selanjutnya, Ia menjelaskan isu lain yang memprihatinkan adalah meningkatnya volume sampah yang. “Pemisahan dan pengolahan sampah di Indonesia masih menjadi persoalan. Di negara lain seperti Jepang dan Jerman, pemisahan dan pengolahan sampah sudah dilakukan dari unit terkecil individu, keluarga, dan masyarakat,” tambahnya.
Menutup sesi, ia menjelaskan perlunya kesadaran lingkungan untuk menyiapkan bumi sebagai tempat yang layak bagi generasi mendatang. “Oleh karena itu, penting untuk menggugah kesadaran publik dan peran generasi muda melalui aksi nyata dan advokasi kebijakan selain pada mengharapkan komitmen pemerintah, lembaga, dan industri melalui inovasi dan partisipasi dalam berbagai program pelestarian lingkungan,” pungkasnya.
Penulis: Uswatun Khasanah
Editor: Yulia Rohmawati





