n

Universitas Airlangga Official Website

HIMBIO UNAIR Berlatih Meneliti di Taman Nasional Bali Barat

HIMBIO
Siap meneliti: Dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam HIMBIO saat di lokasi penelitian. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

UNAIR NEWS – Di akhir bulan pertama tahun 2018, Himpunan Mahasiswa Biologi atau biasa disingkat HIMBIO, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga melakukan kegiatan Pelatihan dan Pengembangan Penelitian Lapangan (P3L).

Kegiatan tahunan yang sudah ada sejak tahun 80’an itu bertujuan untuk melatih mahasiswa menuju penelitian yang real. Belakangan, P3L dilakukan di tiga Taman Nasional yang ada di Jawa Timur tapi terdapat hal yang beda untuk tahun ini.

“Ini adalah kali kedua P3L dilakukan di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dari tahun 1993 sejak pertama HIMBIO melakukan P3L disana. Sebelum kesana kami diminta untuk melakukan seminar proposal dahulu,” jelas Azizah Kusumadewi salah satu mahasiswa yang turut meneliti

Dewi sapaan akrab mahasiswa S1 Biologi itu menjelaskan bahwa pemilihan tempat tidak bisa sembarangan. Hal itu dikarenakan Biologi punya 7 Kelompok Studi (KS). Tempat penelitiannya haruslah dapat mewadahi ide semua KP dalam penelitian. Setelah diskusi yang panjang TNBB dipilih karena dianggap memenuhi kebutuhan untuk semuanya.

“Setiap KP punya ide kegiatan yang berbeda disana. Ada yang ke pantai buat sampling makrofauna bentik, ke hutan mangrove buat identifikasi tumbuhan dan fungsinya, sampling kupu-kupu, sedangkan kelompokku mengamati burung dan banyak lainnya. Pada hari terakhir dilakukan presentasi hasil kegiatan tersebut,” terangnya.

Presentasi tersebut disaksikan oleh pihak TNBB, KS lain dan juga dosen pembimbing lapangan. Terdapat enam dosen sebagai pembimbing di lapangan dalam setiap kegiatannya yaitu Prof. Dr. Bambang Irawan, M.Sc., Sugiharto, S.Si., M.Si., Drs. H. Moch. Affandi, M.Si., M. Hilman Fuadil A., S.Si., M.Si., Dwi Kusuma W., S.Si., M.Si., dan Intan Ayu Pratiwi, S.Si., M.Si.

Dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, dewi memberitaukan bahwa menemukan spesies yang langka dan endemik yang bisa diabadikan di kamera membuatnya begitu senang. Hal tersebut menjadi kesan tersendiri bagi Dewi yang juga salah satu anggota Kelompok Studi Burung.

“Udah bakalan seneng banget kalau dapat fotonya dan yang pasti tiap KS punya kesan yang beda,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 5 hari itu benar-benar menuntut akan kerja sama, bertukar pikiran, kesabaran, dan sikap yang baik terhadap alam. Semua hal yang terjadi di lokasi penelitian itu mendorong bagi setiap individu untuk keluar jadi zona nyaman mereka.

“Meskipun capek, ikut P3L itu asik, seru, dan banyak manfaatnya,” terangnya di tahun kedua mengikuti P3L ini.

Penulis: Hilmi Putra Pradana

Editor: Nuri Hermawan