Universitas Airlangga Official Website

HIPMIPT UNAIR Dorong Mahasiswa Melek Investasi di Tengah Inflasi

M. Ali Irsyad saat sesi pemaparan materi via Zoom Meeting (Foto: Istimewa)
M. Ali Irsyad saat sesi pemaparan materi via Zoom Meeting (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS- Dalam webinar bertajuk “Young Investor: Langkah Awal Menjadi Investor Cerdas” yang digelar oleh HIPMIPT (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi) Universitas Airlangga, para peserta diajak untuk memahami pentingnya berinvestasi sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung daring pada Sabtu (8/11/2025) ini menghadirkan M. Ali Irsyad, CEO Ijadgroup sekaligus Bendahara HIPMI Syariah Jawa Timur, sebagai pembicara utama. Webinar yang diikuti oleh puluhan peserta muda dari berbagai universitas ini menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda untuk belajar mengelola keuangan dan mengenal dunia investasi di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Inflasi Jadi Pemicu Kesadaran Finansial

Dalam pemaparannya, Ali Irsyad menekankan bahwa inflasi dan pelemahan nilai rupiah merupakan sinyal bagi masyarakat untuk mulai sadar pentingnya mengelola keuangan dan belajar berinvestasi dengan benar.

“Inflasi itu nyata. Nilai uang kita akan terus menurun, makanya kita harus punya langkah untuk menanggulangi itu semua lewat investasi,” ujarnya.

Menurutnya, dalam berinvestasi penting memahami dua jenis waktu, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. “Untuk tujuan jangka pendek, kita harus tahu mana investasi yang cocok, dan untuk jangka panjang juga harus dipelajari dengan ilmunya. Semua ada waktunya,” jelasnya.

Ali Irsyad juga mengingatkan bahwa berinvestasi bukan soal cepat kaya, melainkan proses memahami pergerakan pasar dan waktu yang tepat untuk masuk atau mengambil keuntungan. “Kita bisa pelajari dari tracing pergerakan investasi. Dari situ tahu kapan waktunya pas masuk, kapan harus ambil profit,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjabarkan tiga kategori investasi berdasarkan risikonya. “Ada risiko rendah seperti deposito bank dan reksa dana pasar uang ini cocok untuk pemula karena risikonya kecil. Lalu risiko sedang seperti reksa dana campuran, obligasi negara seperti ORI dan SBR, juga investasi kecil seperti tanah, hotel, atau kontrakan untuk jangka panjang. Dan terakhir investasi agresif, seperti saham atau kripto, yang risikonya tinggi tapi potensi keuntungannya besar,” paparnya.

Kunci Aman dalam Investasi

Menurutnya, hal terpenting dalam berinvestasi adalah menggunakan uang dingin, bukan uang kebutuhan sehari-hari. “Kalau uang itu buat kebutuhan harian, jangan dipakai buat investasi. Itu uang panas. Kalau sampai dipakai bisa bahaya,” tegasnya. Ia menambahkan, investasi bukan pekerjaan utama, tapi cara membuat uang bekerja untuk kita. “Investor itu bukan profesi, tapi cara kita mengelola uang biar bisa menghasilkan uang sendiri. Kita tetap kerja, tetap usaha, tapi sebagian uang bisa kita sisihkan untuk investasi,” ujarnya lagi.

Ali Irsyad juga mendorong anak muda agar mulai berinvestasi meskipun dari jumlah kecil. “Mulai dari kecil dulu. Ambil saham yang biayanya kecil, risikonya kecil juga. Yang penting bangun kebiasaan finansial positif,” katanya.

Ia menutup sesinya dengan pesan agar generasi muda mempelajari dasar-dasar investasi terlebih dahulu sebelum terjun langsung ke pasar. “Setiap aplikasi investasi itu sistemnya beda-beda. Jadi pelajari dulu, pahami dasarnya, baru mulai,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, HIPMIPT UNAIR berharap semakin banyak generasi muda yang melek finansial, memahami risiko investasi, dan mampu membangun kemandirian ekonomi sejak dini.

Penulis : Saffana Raisa Rahmania

Editor : Ragil Kukuh Imanto