Universitas Airlangga Official Website

HMMA UNAIR Gelar Seminar untuk Kembangkan Kompetensi Profesional Akuntansi Global

Pemaparan materi seminar Road to Action 2.0 2025 oleh Dr. Sigit Kurnianto S E MSA Ak CA SAS AAP B ASEAN CPA
Pemaparan materi seminar Road to Action 2.0 2025 oleh Dr. Sigit Kurnianto S E MSA Ak CA SAS AAP B ASEAN CPA (Foto: Tangkapan Layar Zoom Meeting)

UNAIR NEWS – Lulusan akuntansi masa kini dituntut menjadi penentu keputusan (difference maker) dengan standar profesional global. Untuk membekali mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Magister Akuntansi (HMMA) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan seminar bertajuk Master Your Expertise: Kompetensi Profesional di Era Global sebagai bagian dari Road to Action 2.0 2025.

Kegiatan ini terselenggara pada Sabtu (25/10/2025) secara daring via Zoom Meeting. Hadir Dr Sigit Kurnianto SE MSA Ak CA SAS AAP B ASEAN CPA selaku dosen Akuntansi di UNAIR sekaligus Executive Director of IAI East Java Region.

Sigit Kurnianto menegaskan bahwa akuntan profesional harus memiliki kompetensi dan terikat kode etik. Ia memaparkan bahwa untuk menjadi akuntan beregister sesuai PMK 216/PMK.01/2017 ada tiga syarat wajib terpenuhi yaitu lulus ujian sertifikasi, menjadi anggota IAI, dan memiliki pengalaman praktik. Pendidikan yang sejalan dengan International Education Standards (IES) adalah kunci utama.

“Di Indonesia, kita sudah mengikuti global best practice dan menjalin kerja sama pengakuan kualifikasi dengan organisasi internasional. Oleh sebab itu, kualifikasi Chartered Accountant (CA) Indonesia yang kalian raih harus setara dengan standar global. Karena seseorang tidak dapat menyebut pribadinya atau menjalankan praktik sebagai akuntan apabila tidak menjadi anggota IAI,” ungkapnya.

Selain fokus pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Sigit menyoroti pergeseran standar pelaporan menuju IFRS Sustainability untuk pengungkapan keberlanjutan. Akuntan masa depan harus mampu menyusun laporan yang komprehensif, mencakup aspek finansial dan keberlanjutan. Standar baru ini terwujud melalui IFRS S1 dan IFRS S2 yang fokus pada pengungkapan risiko dan peluang terkait iklim.

“Ini adalah era baru untuk profesi akuntan. Akuntan kini mendapatkan tuntutan mampu mengukur kinerja keberlanjutan, memenuhi standar pelaporan, sekaligus berperan sebagai penasihat bisnis. IFRS Sustainability akan memperkuat daya saing bisnis nasional,” ujarnya. Ia menambahkan, peran akuntan penting dalam memastikan pengelolaan risiko BUMN berjalan sesuai pedoman, didukung sertifikasi khusus IAI seperti CGAE.

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra

Editor: Yulia Rohmawati