Universitas Airlangga Official Website

Human Rights Due Diligence, Kunci Kelola Bisnis secara Berkelanjutan

Fajar Kristanto menjelaskan pentingnya HRDD dalam operasional perusahaan pada ESG Talk Series #3 (Foto: Penulis)
Fajar Kristanto menjelaskan pentingnya HRDD dalam operasional perusahaan pada ESG Talk Series #3 (Foto: Penulis)

UNAIR NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional Universitas Airlangga melalui Center for ESG Studies (CESGS) menggelar Webinar ESG Talk Series #3 pada Senin (28/04/2025). Acara ini mengangkat tema penting tentang pengelolaan sumber daya perusahaan melalui perspektif bisnis dan Hak Asasi Manusia (HAM). Berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pelaku bisnis, hingga mahasiswa yang peduli terhadap isu keberlanjutan turu menghadiri ESG Talk ini.

Aditya Aji Prabhawa, perwakilan CESGS, membuka sesi dengan menekankan bahwa pengelolaan sumber daya kini tidak bisa lepas dari aspek regulasi HAM. Ia mengingatkan pentingnya perusahaan memastikan operasional mereka menghormati hak dasar individu. “Human rights kini menjadi bagian dari kerangka regulasi, bukan sekadar aksi sosial,” tegasnya. 

Aditya juga menyoroti bagaimana kesadaran HAM dalam bisnis bisa meningkatkan reputasi dan daya saing perusahaan di pasar global. Dengan mengintegrasikan hak asasi ke dalam kebijakan bisnis, perusahaan mampu membangun hubungan lebih kuat dengan para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Fajar Kristanto SA MA, pembicara utama, memaparkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) telah berevolusi menjadi Environmental, Social, and Governance (ESG). Namun, aspek sosial dalam ESG masih kerap terabaikan. Ia menyoroti pentingnya Human Rights Due Diligence (HRDD) sebagai proses audit untuk menilai dan mencegah dampak negatif perusahaan terhadap HAM. “HRDD memastikan perusahaan tidak merugikan hak pekerja, masyarakat sekitar, hingga rantai pasokannya,” ujarnya. 

Mengutip United Nations Guiding Principles (UNGPs), Fajar menyampaikan bahwa Human Rights Due Diligence menuntut perusahaan proaktif dalam mengidentifikasi, mencegah, dan mengurangi pelanggaran HAM. Perusahaan harus bertanggung jawab penuh terhadap dampak buruk yang mungkin timbul, baik dari kegiatan operasional maupun dari mitra bisnisnya.

Melalui ESG Talk ini, CESGS mengajak pelaku bisnis memahami bahwa keberlanjutan tidak hanya soal emisi karbon atau green energy, tetapi juga tentang menghargai martabat manusia. “Human rights bukan negosiasi, ini semangat yang harus dipegang kuat dalam bisnis modern,” pungkas Fajar.

Selain itu, CESGS juga berusaha mendorong semua pemilik perusahaan untuk mulai mengimplementasikan HRDD dalam strategi bisnisnya. Dengan begitu, tidak hanya keberlanjutan yang dapat tercapai, tetapi juga keadilan sosial bagi semua pihak yang terlibat.

Penulis: Samudra Luhur  

Editor : Edwin Fatahuddin