UNAIR NEWS – Departemen Agama Islam (DAI) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga kembali menggelar Islamic Fair of Public Health (IFoPH) 2025. Acara ini memperkuat nilai keislaman dan semangat kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan juga memperkenalkan DAI serta lingkungan FKM UNAIR kepada masyarakat luas. Tahun ini, IFoPH mengusung tema “Islamic Wellness & A Healing Journey for the Whole Self.” Tema tersebut menekankan keseimbangan iman, ilmu, dan amal dalam merawat tubuh dan jiwa manusia secara utuh.
Gali Inspirasi Lewat Lomba Nasional
Rangkaian IFoPH 2025 bermula pada Sabtu (11/10/2025) dengan final lomba tingkat nasional yang berlangsung daring via Zoom Meeting. Dua kategori dilombakan, yakni esai untuk mahasiswa dan infografis untuk siswa SMA, SMK, dan MA sederajat. Para finalis mempresentasikan karya di hadapan juri Ardelia Bertha Prastika SKeb Bd SH, dan Ummi Zubaidah SSi MSi. Kompetisi berlangsung ketat dan penuh antusiasme. Tim Yaqeen meraih juara pertama, disusul Harmoni dan Baju. Pada kategori infografis, Nabila Ayuwandari dari SMA Wachid Hasyim 1 Surabaya menjadi juara pertama. Amanda Thufaeilah Fadhail meraih dari SMAN 5 Bengkulu, sedangkan juara favorit Aulia Putri Nabila Zahra dari SMAN 2 Nganjuk.
dr Gamal Albinsaid Ajak Mahasiswa Sehat Jasmani dan Ruhani
Puncak IFoPH 2025 berlangsung Minggu (12/10/2025) di Ruang Kuliah 13 Lantai 3 FKM UNAIR. Civitas akademika dan mahasiswa menghadiri acara ini. dr Gamal Albinsaid hadir sebagai penceramah utama dengan materi “Islamic Self Care: Merawat Diri dengan Iman, Ilmu, dan Amal.” Ia menegaskan bahwa ibadah seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an bukan sekadar ritual. “Ibadah-ibadah tersebut menjadi sumber kekuatan batin dalam menghadapi tantangan hidup,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara usaha, doa, dan ketawakalan dalam meraih kesuksesan.

Sinergi Iman, Ilmu, dan Aksi Nyata
Kesuksesan IFoPH 2025 mendapat dukungan dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Lingkar Muda Cendekia (LMC), PT Kui Indo Fishskin, Laritta Bakery, Permata Catering, dan Ekraf Batta. Melalui IFoPH, DAI BEM FKM UNAIR membuktikan bahwa dakwah tidak hanya melalui mimbar, tetapi juga lewat karya ilmiah dan kegiatan edukatif yang berdampak positif. Lebih dari sekadar acara tahunan, IFoPH menjadi momentum penting untuk menumbuhkan generasi muda yang berilmu, beriman, dan beramal.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





