Universitas Airlangga Official Website

Ikan Langka Ekor Kuning Ditemukan di Bangka Belitung, Pertama di Indonesia

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Indonesia memiliki keanekaragaman spesies ikan air tawar yang sangat kaya, menduduki peringkat ketiga terkaya di dunia dengan lebih dari 1000 spesies, didominasi oleh famili Cyprinidae (ikan mas-masan) yang menjadi bioindikator kualitas air namun banyak terancam punah akibat kerusakan habitat dan introduksi spesies asing.

Osteochilus Günther, 1868 adalah genus ikan cyprinid (Cypriniformes, Cyprinidae, Labeoninae), yang saat ini terdiri dari sekitar 30 spesies valid yang tersebar di seluruh Asia Selatan dan Tenggara, termasuk India, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Cina Selatan. Spesies dari genus ini terutama ditemukan di lingkungan lotik dan secara morfologis dicirikan oleh mulut subterminal dan bibir tebal yang terlipat, adaptasi yang terkait dengan mengikis dan menempel pada substrat di habitat air tawar dengan arus sedang hingga deras. Osteochilus flavicauda Kottelat & Tan, 2009 adalah spesies yang relatif baru dideskripsikan, yang merupakan endemik di Semenanjung Malaya dan lebih khusus lagi di Semenanjung Thailand dan Malaysia (Johor). Secara morfologi, spesies ini mirip dengan O. microcephalus (Valenciennes 1842) dan memiliki kesamaan berupa garis hitam di bagian tengah lateral. Spesimen ini baik saat hidup maupun saat diawetkan baru-baru ini, sirip ekor berwarna kuning, bukan merah, sebelumnya salah diidentifikasi sebagai O. microcephalus. Setelah pemeriksaan ulang kompleks spesies ini, Dr. Maurice Kottelat dan Dr. Heok Hui Tan mengenali spesimen dengan sirip ekor kuning sebagai spesies yang berbeda dan mendeskripsikannya sebagai O. flavicauda. Osteochilus flavicauda terdaftar sebagai spesies yang Kurang Terancam Punah dalam Daftar Merah IUCN. Pada saat deskripsinya, spesies ini dianggap endemik di daerah aliran sungai timur Semenanjung Malaya, dengan catatan yang dikonfirmasi dari sungai-sungai di Johor (Malaysia) dan Thailand selatan (Pattani). Spesies ini belum tercatat dari pantai barat semenanjung maupun dari wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, atau pulau-pulau lain di kepulauan Indonesia. Dalam penelitian ini, kami melaporkan catatan pertama yang dikonfirmasi tentang O. flavicauda untuk Indonesia, berdasarkan spesimen yang dikumpulkan dari Pulau Bangka dan Belitung. Catatan baru ini mewakili perluasan jangkauan geografis yang signifikan dari distribusi spesies yang diketahui dan berkontribusi pada pemahaman tentang ichthyofauna di wilayah Sundaland yang kurang terwakili dalam pengambilan sampel. Kami menyediakan foto spesimen yang dikumpulkan, peta persebaran, dan catatan tentang habitat serta ciri morfologi yang diamati.

Penulis: Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.P.

Berikut kami kirimkan link beritanya:

https://checklist.pensoft.net/article/172436