UNAIR NEWS – Sosial media menjadi senjata ampuh untuk menyadarkan dan mendorong anak muda untuk peduli pada perkembangan politik di Indonesia. Probo Darono mengatakan bahwa anak muda telah sadar akan peranannya dalam dalam dunia politik. Salah satunya dalam penyelenggaraan pemilu mendatang.
Anak muda mulai aktif bersuara dan memantau perkembangan politik pada media sosial. Harapannya, mereka dapat membawa solusi praktis dalam permasalahan perpolitikan di Indonesia.
“Dengan hal ini, kita tinggal memantau konsistensi mereka untuk peduli pada perpolitikan Indonesia dan harapannya bisa turun ke grassroot guna menggali permasalahan apa yang terjadi saat ini,” tutur pengamat sosial politik tersebut.
Thoriq Ghozali, Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ilmu Politik UNAIR dan Probo Darono berkesempatan menghadiri diskusi bertajuk “Berebut Suara Pemilih Muda” di Ruang Demokrasi TVRI. Diskusi tersebut dilatarbelakangi oleh peranan besar yang dimiliki pemuda dalam menentukan masa depan bangsa.
Tidak Hanya Aktif, Namun Harus Paham Politik
Selain aktif bersuara di dalam media sosial, anak muda harus paham mengenai permasalahan politik. Artinya, anak muda tidak hanya sekedar berbicara namun mengetahui problematika yang ada.
Thoriq Ghozali mengatakan bahwa, peran pemuda saat pemilu tidak hanya sekedar mencoblos pasangan calon, namun harus paham mengenai track record dari pasangan calon agar nantinya tidak salah dalam memilih pasangan calon untuk memimpin bangsa Indonesia.
“Dengan ini, seorang pemuda tak sembarang memilih pasangan calon. Dengan melihat apakah seorang pasangan calon dapat mengaktualisasikan program atau sekadar janji belaka,” tambah ketua HIMA Ilmu Politik UNAIR.
Pendidikan Politik Menurunkan Angka Golput
Kesadaran pemuda akan berpolitik merupakan angin segar bagi dunia politik di Indonesia. Hal itu karena masa depan politik di Indonesia di tangan anak muda sebagai regenerasi bangsa yang lebih baik.
“Hal ini bersinergi dengan narasi yang dibangun pemerintah dan partai politik. Kuncinya pada pendidikan politik sejak dini agar tidak ada tindakan golongan putih (tidak memilih) dalam pemilihan umum. Sangat disayangkan jika suara pemuda yang golput dimanfaatkan oleh pihak tertentu,” ucapnya.
Penulis: Satrio Dwi Naryo
Editro: Khefti Al Mawalia





