“Out of difficulties grow miracle”
UNAIR NEWS – Muda dan bertalenta, mungkin julukan itu tepat tersemat pada Rafi Aufa Mawardi. Bagaimana tidak, di akhir studi magisternya ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dalam gelaran wisuda Universitas Airlangga (UNAIR) periode 242. Selain berhasil menuntaskan studinya selama 1 tahun 8 bulan, ia juga memperoleh indeks prestasi kumulatif (IPK) yang nyaris sempurna yakni 3,94. Rafi bercerita bahwa ia merupakan anak yang dibesarkan di keluarga pendidik. Sang ayah merupakan pengajar di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Hal itu menjadi salah satu dorongan kuat untuknya melanjutkan studi hingga magister. Tak hanya itu, ia juga memiliki minat untuk mendalami ilmu sosiologi lebih dalam sejak studi S1-nya. Memiliki hobi menulis mengantarkan Rafi untuk aktif dalam melakukan riset dan publikasi. Terbukti, selama studi magister ia berhasil mempublikasikan empat artikel jurnal sekaligus dalam waktu satu tahun. “Alhamdulillah, keempat artikel jurnal saya telah terakreditasi SINTA. Saya juga berkecimpung sebagai kolumnis di Kompas dan Detik.com,” imbuhnya.
Tips
Bukan perjalanan yang mudah bagi Rafi untuk berada pada pencapaian ini. Selama studi, ia harus membagi waktu antara perkuliahan dan bekerja. Menurutnya, memiliki time management yang baik menjadi kunci keberhasilannya dalam menuntaskan studi magisternya.
“Selama studi S2, jadwal kuliah saya hanya saat sore menjelang malam hari. Hal itu merupakan keberuntungan sekaligus tantangan lantaran harus membagi waktu pekerjaan dan akademis,” paparnya.
Tak hanya itu, proaktif selama berkuliah menjadi aspek penting selama studinya. Menurutnya, dengan proaktif dapat mendekatkan diri dengan dosen serta memahami materi dengan utuh. Ia selalu memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar dan berkonsultasi dengan dosen.
“Saya menyadari betul bahwa rekan-rekan saya selama studi magister merupakan orang yang hebat dan cerdas. Hal itu mendorong saya untuk tidak kalah dengan rekan-rekan dengan aktif bertanya selama perkuliahan berlangsung,” ujarnya.
Ia tak menyangkal bahwa kesuksesannya saat ini merupakan buah manis kerja kerasnya serta campur tangan doa dan restu kedua orang tuanya. “Mungkin tanpa dukungan mereka, saya tidak akan berada dititik ini,” ungkapnya.
Penulis: Satrio Dwi Naryo
Editor: Khefti Al Mawalia





