Universitas Airlangga Official Website

Ikuti Pertukaran Mahasiswa di NUS, Ryan Turut Berdayakan Anak Berkebutuhan Khusus

Kedatangan Muhammad Ryan Zulfik di NUS (Foto: Dok. Narasumber)
Kedatangan Muhammad Ryan Zulfik di NUS (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) Muhammad Ryan Zulfik mengikuti program pertukaran mahasiswa yang diselenggarakan oleh National University of Singapore (NUS). Pelaksanaan program pertukaran mahasiswa tersebut berlangsung pada Kamis (13/2/2025) hingga pertengahan Mei 2025 mendatang.

Ryan, sapaan akrabnya, bercerita bahwa berbekal dari latar belakang jurusan Teknik Industri ia bertekad untuk mencari relasi dan pengalaman sistem belajar di Singapura. Salah satunya yaitu dengan mengikuti program pertukaran mahasiswa di National University of Singapore (NUS). Ia juga ingin membangun koneksi dengan rekannya selama melakukan kegiatan ini.

Proyek HeArt merupakan kegiatan yang digagas oleh NUS dengan melibatkan anak-anak dan remaja berkebutuhan khusus. HeArt bertujuan untuk menjadi jembatan bagi mereka yang berkebutuhan khusus dengan mahasiswa NUS. Selain itu, di dalam kegiatan ini harapannya dapat meningkatkan kesadaran positif akan stigma yang ada di sekitar.

Ryan menjelaskan bahwa salah satu dari beberapa program yang ia jalani yaitu proyek HeART Community ini. Banyak kegiatan yang Ryan lakukan selama mengikuti proyek ini, tentunya dengan berfokus pada misi utamanya.

 Muhammad Ryan Zulfik ketika mengerjakan proyek sosial di NUS (Foto: Dok. Narasumber)
Muhammad Ryan Zulfik ketika mengerjakan proyek sosial di NUS (Foto: Dok. Narasumber)

“Sejauh ini yang sudah saya lakukan dari kegiatan sosial di sana seperti HeART Community ini. Misi utama kami dalam proyek ini yaitu memberdayakan mereka yang berkebutuhan khusus dengan mengisi kegiatan positif. Contohnya yaitu membuat suatu karya seni dengan terbagi sesi satu lawan satu setiap minggunya,” jelasnya.

Tujuan mengisi kegiatan melalui seni ini harapannya mereka dapat mengasah kemampuan berpikir. Selain itu, mereka juga bisa menemukan lebih banyak topik-topik melalui karya dan menciptakan karya yang istimewa sesuai dengan jadwalnya. 

Selanjutnya, kegiatan yang pekan lalu Ryan lakukan yaitu NUS Career Fair. Tujuan dari program ini untuk menginformasikan seputar lowongan kerja yang dapat di ambil di Singapura. Setiap sesi kegiatan memberikan banyak insight baru.

“Salah satu dari beberapa program yang saya jalani ini, menjadi pengalaman yang cukup unik bagi saya. Di sini berbagai informasi tentang dunia kerja di jelaskan sehingga saya tau apa saja lowongan kerja, proses dan kandidat seperti apa yang dibutuhkan di Singapura,” ucapnya.

Kemudian selama menjalani program di NUS, Ryan harus adaptasi dengan kebiasaan proses belajar di sana. Mulai dari jam kuliah, akses materi di kelas dan tempo dalam mengerjakan tugas.

“Di sana banyak sekali perbedaan belajar yang saya alami. Seperti halnya kelas yang selesai pada pukul 21.00 malam, fleksibilitas mahasiswa keluar masuk ruangan dan kecepatan dalam mengerjakan tugas. Selain itu ternyata di sana uniknya tutorial materi dijelaskan melalui game yang dikembangkan mandiri oleh pihak NUS, sehingga kelas berjalan dengan asyik dan insightfull,” tambahnya

Penulis: Ersa Awwalul Hidayah

Editor: Yulia Rohmawati