n

Universitas Airlangga Official Website

Imam Taufik Wisudawan Terbaik S-2 Farmasi, Bertekad Majukan Indonesia Timur

taufik
Imam Taufik dengan ekspresi penuh semangatnya. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Imam Taufik tak pernah menyangka akan dinobatkan sebagai wisudawan terbaik S2 Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Imam lulus program studi Ilmu Farmasi dengan IPK 3,90. “Rasanya semua perjuangan yang telah saya jalani dibalas Allah dengan karunia yang sama sekali tak kami sangka,” tutur Imam.

Dalam perkuliahan dan penelitian, pria kelahiran Baturaja 17 Juli 1979 ini menjalankan semua tugas dengan ikhlas dan sabar. Walaupun tugasnya banyak dan terjadwal pengumpulannya, ia berusaha memberikan yang terbaik. Sebagai penerima biasiswa LPDP, Imam juga disibukkan kegiatan edufair, sosialisasi setiap pekan, anjangsana, dan kegiatan lain. Tak hanya itu, baru-baru ini ia berpartisipasi dalam International Conference on Herbal and Traditional Medicine (ICHTM), Khon Kaen University di Bangkok Thailand. Beragam kegiatan itu tak membuat Imam lupa akan tujuannya kuliah.

“Ilmu itu amanah Allah dan harus memanfaatkannya demi kemashlahatan umat dan kemajuan bangsa,” katanya. Selanjutnya ia menuturkan, berangkat dari permasalahan tempatnya bertugas di Indonesia Timur, di Jayapura dan Ambon yang menjadi daerah endemik malaria, Imam mengangkat topik pengembangan ekstrak kulit batang cempedak sebagai fitofarmaka antimalarial.

“Saya sering menekankan kepada adik-adik, bahwa yang akan terpakai di dunia kerja adalah ilmu, kerendahan hati, dan mampu bekerjasama dengan orang lain. Terlebih selalu mengerjakan sesuatu sungguh-sungguh,” pesan Imam yang saat ini mengajar di salah satu perguruan tinggi di Indonesia Timur itu.

Tips suksesnya? Imam mengatakan mahasiswa harus paham bahwa perkuliahan bukan hanya sekadar untuk mendapatkan nilai A atau IPK tinggi. Melainkan ilmu yang aplikatif yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat umum. Kedepannya, Imam mengaku akan terus melakukan riset dan melanjutkan pendidikan doktoral dibidang farmasi bahan alam dan biomolekular.

“Saya juga akan terus mengajar dan berbagi ilmu kepada orang lain. Khususnya memajukan pendidikan di Indonesia Timur sehingga nantinya tidak kalah bersaing,” pungkasnya. (*)

Penulis: Siti Nur Umami

Editor: Nuri Hermawan