Universitas Airlangga Official Website

Implan Tulang Baru: Magnesium Lebih Aman untuk Tubuh Dibandingkan Baja?

Kandidat Material Substitusi Tulang: Blok CANCELLOUS COSTAE FREEZE-DRIED BOVINE BONE
Ilustrasi tulang (Sumber: Republika)

Ketika seseorang mengalami patah tulang, dokter seringkali menggunakan implan—seperti pen, plat, atau sekrup—untuk membantu menyambung dan menstabilkan tulang selama proses penyembuhan. Baja tahan karat telah lama menjadi bahan utama untuk implan tulang karena kekuatannya dan harganya yang relatif terjangkau.  Namun, implan baja tahan karat tidak dapat diserap oleh tubuh, sehingga seringkali memerlukan operasi kedua untuk pengangkatannya setelah tulang sembuh.   

Untuk menghindari operasi kedua, para ilmuwan telah mengembangkan implan yang terbuat dari bahan yang dapat diserap oleh tubuh, salah satunya adalah magnesium.  Magnesium memiliki keunggulan karena secara alami terurai di dalam tubuh.  Selain itu, magnesium memiliki sifat mekanik yang mirip dengan tulang asli dan berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh.   

Namun, sebelum implan magnesium dapat digunakan secara luas, penting untuk memastikan keamanannya.  Dalam penelitian ini, para ilmuwan membandingkan tingkat toksisitas (kemampuan merusak sel) antara implan baja tahan karat dan berbagai jenis implan magnesium.  Toksisitas implan menjadi perhatian utama karena implan bersentuhan langsung dengan sel dan jaringan di sekitarnya.   

Para ilmuwan menguji bagaimana sel-sel tubuh berinteraksi dengan implan baja tahan karat, implan magnesium, implan magnesium dengan lapisan khusus (PEO), dan implan magnesium yang dicampur dengan PLA, sebuah senyawa yang juga bisa terurai.  Mereka mengukur jumlah sel yang hidup dan sehat setelah terpapar pada bahan-bahan implan tersebut.   

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel-sel yang terpapar implan baja tahan karat mengalami kerusakan yang lebih signifikan dibandingkan dengan sel-sel yang terpapar implan magnesium.  Dari implan magnesium yang diuji, implan dengan lapisan PEO menunjukkan tingkat toksisitas terendah.  Lapisan PEO ini tampaknya memberikan perlindungan tambahan, mengurangi interaksi berbahaya antara magnesium dan sel-sel tubuh.   

Studi ini memberikan bukti awal bahwa implan magnesium berpotensi lebih aman untuk sel-sel tubuh dibandingkan implan baja tahan karat.  Namun, para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut, terutama pada manusia, untuk mengkonfirmasi temuan ini dan memastikan keamanan jangka panjang penggunaan implan magnesium.  Penelitian di masa depan juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti bagaimana implan berperilaku di dalam tubuh dalam jangka waktu yang lama dan bagaimana mereka berinteraksi dengan berbagai jenis sel.   

Penelitian ini penting karena dapat membuka jalan bagi pengembangan implan tulang yang lebih baik, yang tidak hanya kuat dan efektif tetapi juga lebih aman dan lebih diterima oleh tubuh, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup pasien.

Penulis: Rendra Praliestyo Nugroho Prawoto, Teddy Heri Wardhana

Judul Artikel: Orthopaedic implant updates, in vitro study: Cytotoxicity comparison between stainless steel and magnesium implants

Jurnal: Journal of Clinical Orthopaedics and Trauma

Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://doi.org/10.1016/j.jcot.2025.102925 https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0976566225000219