Universitas Airlangga Official Website

Infografik: AENOSE Dapatkan Hak Paten

Infografik: Feri Fenoria

UNAIR NEWS – AENOSE merupakan sistem instrumentasi berbasis sensor larik gas MQ untuk klasifikasi kualitas daging ayam. Inovasi ini adalah karya Prof Dr Suryani Dyah Astuti SSi MSi, Winarno SSi MT, dan Deny Arifianto SSi MT. Secara prinsip, AENOSE menggabungkan ilmu fisika, kimia, dan komputasi.

AENOSE terdiri atas 8 sensor larik gas MQ yang terintegrasi dengan rangkaian sistem kendali. Jadi, mampu melakukan karakterisasi campuran gas yang berbeda.

AENOSE memiliki 4 komponen utama. Yakni, sensor gas material polimer konduktif, quartz-micro balance, surface acoustic wave, dan logam oksida; sistem headspace untuk proses sensing dan purging; sistem akuisisi data dengan mikrokontroler; serta sistem analisis komputasi guna menangkap pola-pola sinyal elektrik dari hasil akuisisi data.

AENOSE bermanfaat bagi konsumen sehingga dapat mendeteksi apakah kualitas daging ayam masih segar atau tidak.

Ide pengembangan AENOSE bermula dari kolaborasi Prof Drs Kuwat Triyana MSi PhD dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang saat itu memanfaatkan e-nose sebagai alat deteksi Covid-19. AENOSE telah mendapat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa hak paten pada Januari 2022.

Baca juga:

Infografik Lainnya

Aenose, Alat Deteksi Kualitas Daging Ayam Buatan UNAIR yang Terdaftar Hak Paten