UNAIR NEWS – Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan perilaku publik, peran Public Relation (PR) kini tidak lagi sekadar menjaga reputasi lembaga. PR telah berevolusi menjadi penggerak strategis yang berperan penting dalam membangun citra, kepercayaan, sekaligus koneksi emosional antara institusi dan audiensnya.
Peran PR Bukan Lagi Sekadar Menjaga Reputasi!
Dulu, praktisi PR berperan sebagai garda depan yang menjaga nama baik dan reputasi organisasi. Namun di era modern, peran tersebut berkembang lebih jauh. Kini, PR menjadi strategic driver—penggerak strategi komunikasi yang berorientasi pada visi dan nilai jangka panjang organisasi.
Fokus utama PR saat ini adalah menciptakan narasi yang otentik dan relevan. Narasi ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun koneksi emosional dengan audiens, terutama generasi muda seperti Gen Z yang lebih menghargai keaslian, transparansi, dan nilai sosial dari sebuah merek atau institusi.
4 Pilar Strategi PR yang Efektif
Untuk menghadapi dinamika komunikasi modern, praktisi PR perlu memahami empat pilar utama dalam merancang strategi yang efektif:
-Riset & Analisis Data: Tahapan ini menjadi fondasi penting. Praktisi PR harus melakukan riset mendalam untuk memahami audiens, tren, serta perilaku publik. Dengan mengandalkan data, PR dapat mengambil keputusan yang lebih terarah dan tepat sasaran.
-Perencanaan Strategis: Tahap ini mencakup penentuan tujuan, penyusunan pesan kunci (key message), serta identifikasi target audiens yang spesifik. Perencanaan yang matang membantu kampanye berjalan efektif dan berdampak luas.
-Eksekusi & Komunikasi Kreatif: PR modern harus menyebarkan narasi secara kreatif melalui berbagai kanal, baik media sosial, media massa, maupun kegiatan offline. Setiap kanal komunikasi perlu menyampaikan pesan yang konsisten dan menarik perhatian publik.
-Evaluasi & Pengukuran: Pada tahap ini, PR menilai sejauh mana kampanye mendukung tujuan organisasi. Evaluasi tidak hanya melihat jangkauan pesan, tetapi juga mengukur dampak nyata terhadap peningkatan kepercayaan, reputasi, dan keterlibatan audiens.
Skill Wajib Praktisi PR di Era Digital
Agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi dan media, seorang praktisi PR harus membekali diri dengan beragam keterampilan penting berikut ini:
-Komunikasi & Storytelling: Praktisi PR perlu merangkai cerita yang menarik dan persuasif agar pesan tersampaikan dengan kuat.
-Melek Digital & Media Sosial: Praktisi harus menguasai berbagai platform digital dan mengikuti tren konten yang terus berkembang.
-Analisis Data: PR harus membaca data serta metrik performa untuk menilai keberhasilan kampanye dan menyusun strategi selanjutnya.
-Pemahaman SEO (Search Engine Optimization): Praktisi PR perlu mengoptimalkan kontennya agar mudah muncul di hasil pencarian Google dan meningkatkan visibilitas pesan.
-Manajemen Krisis: Praktisi harus tetap tenang dan sigap dalam menghadapi situasi krisis, serta mampu mengembalikan kepercayaan publik.
-Kemampuan Visual: Praktisi PR sebaiknya menguasai dasar desain, fotografi, dan videografi untuk menghasilkan konten visual yang menarik dan profesional.
Baca Juga:
Infografik lainnya
Bekali Mahasiswa, Alumni Komunikasi FISIP Bongkar Strategi Public Relations – Universitas Airlangga Official Website





