UNAIR NEWS – Pembangunan PLTN pada 2030–2032 dinilai sebagai langkah strategis menghadapi tantangan energi nasional. Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLTN ditargetkan menyuplai 1 gigawatt energi. Rumayya menyebutkan, stabilitas pasokan dari PLTN menjadi nilai tambah bagi kawasan luar Jawa yang masih rentan pemadaman.
Peran dalam Industri
Mendorong PDB di sektor konstruksi dan industri pada 5 tahun pertama, dapat menyerap hingga 30 ribu tenaga kerja, menurunkan harga listrik, meningkatkan daya saing industri nasional, menciptakan ribuan pekerjaan baru di sektor manufaktur dan energi.
Dampak terhadap Harga Listrik
Efisiensi PLTN dapat menekan tarif listrik hingga Rp1.000 per kilowatt-jam tetapi terdapat risiko pembengkakan biaya konstruksi, 0,12 USD/kWh, lebih mahal dari rata-rata biaya produksi PLN saat ini, yakni 0,07 USD/kWh.
Tantangan Regulasi
Perlunya kesiapan SDM berteknologi tinggi, kesiapan industri pendukung dalam negeri, pengelolaan limbah nuklir yang aman dan efisien.
Baca Juga:
Infografik lainnya
Dosen UNAIR Soroti Potensi dan Risiko Pembangunan PLTN 2030





