UNAIR NEWS – Asrama Putri merupakan fasilitas dari UNAIR sebagai tempat tinggal mahasiswi aktif dari luar kota. Asrama putri terletak di kampus C. Tepatnya, di depan Fakultas Keperawatan.
Gedung yang terdiri dari tiga lantai tersebut setiap tahun menampung mahasiswi yang membutuhkan tempat tinggal. Fasilitasnya antara lain, kamar yang muat untuk dua orang. Di sana terdapat tempat tidur, meja belajar, lemari dan rak sepatu.
Dapur umum digunakan untuk memasak bagi para penghuni asrama. Aula bersama digunakan sebagai tempat belajar dan sholat berjama’ah. Ada pula kantin di lantai dua, koperasi, dan layanan wifi.
Mahasiwi yang ingin tinggal di asrama putri harus melakukan pendaftaran. Ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi. Misalnya, yang bersangkutan mesti tercatat sebagai mahasiswi UNAIR. Dia mesti mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan slip gaji orang tua.
Asrama putri mengutamakan mahasiswi yang kurang mampu. Sebagian besar penghuni asrama adalah penerima bidik misi. Hal ini dilakukan karena asrama tersebut memang dibangun untuk membantu dan meringankan mahasiswi yang lebih membutuhkan.
Tiap penghuni hanya dapat menempati asrama selama setahun. Dia dapat kembali menghuni tempat itu, bila melakukan daftar ulang. Akan tetapi, batas maksimal menjadi penghuni asrama adalah dua tahun.
Tak hanya menjadi tempat tinggal, asrama putri juga mendidik pribadi untuk disiplin dan aktif. Hal ini terbukti dengan adanya peraturan-peraturan yang diterapkan. Contohnya, saat malam hari, penghuni asrama harus sudah berada di asrama sebelum pukul 10.00. Apabila melanggar, namanya masuk dalam buku pelanggaran.
Jika mahasiswa memiliki banyak catatan pelanggaran, sedikit kemungkinannya untuk diterima kembali menjadi penghuni pada periode selanjutnya. Selain itu, kontribusi mahasisiwi dalam kegiatan yang diadakan oleh pihak asrama menjadi pertimbangan dalam pendaftaran selanjutnya.
Kegiatan-kegiatan yang diadakan antara lain, seminar softskill tiap tiga bulan. Ada juga pengajian rutin tiap Rabu. Yang jelas, semua aktifitas itu digelar untuk menguatkan pribadi mahasiswi. Biar menjadi pemudi yang disiplin dan berbudi luhur. (*)
Penulis: Pipin Anjani
Editor: Rio F. Rachman





