n

Universitas Airlangga Official Website

Inilah Tips Ikuti Student Exchange di Korea

Student Exchange
Adien Gunarta, mahasiswa Ilmun Komunikasi dan Iffa Aulia Fiqrianti, mahasiswa Teknobiomedik UNAIR. (Foto: Binti Quryatul M)

UNAIR NEWS – Dua mahasiswa Universitas Airlangga berbagi tips seputar mengikuti pertukaran mahasiswa di Korea. Seperti diketahui, minat pertukaran mahasiswa di negeri gingseng itu semakin bertambah dari tahun ketahun. Kedua mahasiswa itu adalah Adien Gunarta, mahasiswa Ilmun Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP); dan Iffa Aulia Fiqrianti, mahasiswa Teknobiomedik, Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Keduanya mengikuti program pertukaran mahasiswa di Chonnam National University (CNU), Korea Selatan. Adien di tahun 2016, dan Iffa di tahun 2017 lalu. Di sana, mereka mengikuti program International Student Exchange Fall Semester selama empat bulan lamanya. Usai menghadiri acara sosialisasi seputar studi di CNU yang digelar oleh Airlangga Global Engagement (AGE) Jumat (26/1), keduanya berbagi tips bagi mahasiswa UNAIR yang tertarik mengikuti program serupa dengan mereka.

“Dengan Exchange kita bisa merasakan pengalaman yang berbeda saat berada di negara orang lain,” ujar Adien.

Selama empat bulan di CNU, Adien dan Iffa mengambil empat mata kuliah layaknya kuliah di UNAIR. Hanya saja, mereka mengambil mata kuliah yang berbeda dengan studi mereka di kampus asal.

Seperti Adien misalnya. Di CNU ia mengambil mata kuliah Sastra Inggris, Estetika, Korean Traditional Art, dan Bahasa Korea. Sementara Iffa, ia mengambil mata kuliah Bahasa Korea, Korean Folklore, Biochemistry, dan Nanomaterials Processing.

Exchange ini dibuka oleh AGE UNAIR (dulu International Office and Partnership (IOP), red), salah satu unit kerja UNAIR yang bergerak di bidang internasionalisasi. Syarat yang keduanya siapkan di antaranya adalah esai, CV, sertifikat TOEFL, dan transkrip nilai. Sertifikat TOEFL dengan skor minimal 500, dan nilai IPK minimal 3.00. Jika seleksi berkas lolos, maka selanjutnya berhak mengikuti seleksi wawancara.

Iffa mengatakan, mahasiswa yang menyertakan alasan mengenai mata kuliah yang akan ia ambil, memiliki penilaian yang lebih unggul. Seperti Adien misalnya. Laki-laki yang menggeluti seni dan estetika itu mengambil mata kuliah Estetika ketika exchange di CNU.

“Udah tau di sana mau ngambil apa itu jadi nilai plus. Kayak Adien yang punya passion bidang estetika,” ucap Iffa.

Iffa pun terkesan dengan masyarakat Korea Selatan yang sangat menghargai waktu, dilihat dari cara mereka berjalan kaki. “Orang-orang di sana jalannya cepat semua. Awal-awal kayak tersinggung ketika jalan kaki lalu ditabrak. Tapi lama-lama terbiasa. Korea itu negara maju. Mereka sangat menghargai waktu,” ucap Iffa.

Tahun 2017 lalu, para program yang sama, UNAIR mengirim tiga mahasiswanya untuk mengikuti exchange di CNU. Selain Iffa, dua mahasiswa lain pada program studi Psikologi, Fakultas Psikologi (FPsi), dan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Nuri Hermawan