Universitas Airlangga Official Website

Inovasi BBK 7 Olah Limbah Rumah Tangga untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan

Tim KKN-BBK 7 Universitas Airlangga Desa Gunungrejo melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun di Balai Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Kamis (16/01/2026) (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Tim KKN-BBK 7 Universitas Airlangga Desa Gunungrejo melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan minyak jelantah menjadi sabun di Balai Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Kamis (16/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang minyak jelantah secara sembarangan dan mendorong pemanfaatannya menjadi produk yang dapat dipakai dan mendukung ramah lingkungan. Dengan bekerjasama dengan komunitas Ibu-ibu PKK Desa Gunungrejo, tim KKN mengundang 20 orang anggota PKK untuk mengikuti kegiatan sebagai perwakilan warga.

Kegiatan ini didukung dengan permasalahan warga desa yang masih membuang minyak jelantah ke tempat sampah maupun saluran air yang dapat membahayakan lingkungan sekitar. Sehingga tim KKN memberikan solusi agar minyak jelantah dapat dimanfaatkan agar tidak terbuang sia-sia dengan cara yang praktis.

Sosialisasi diawali dengan pengenalan mengenai minyak jelantah dan dampaknya bagi lingkungan. Dalam sosialisasi tersebut narasumber dari tim KKN menjelaskan bahwa minyak jelantah memiliki zat berbahaya yang jika dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air, menyumbat saluran pembuangan, menimbulkan bau tidak sedap, serta sulit terurai secara alami. Dampak tersebut dapat merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar apabila tidak dikelola dengan baik.

Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun juga memiliki banyak manfaat. Minyak jelantah tidak dibuang ke tanah maupun saluran air sehingga tidak mencemari lingkungan. Selain itu, sabun dari minyak jelantah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, khususnya sebagai sabun cuci. Pengolahan ini juga membantu mengurangi limbah dapur yang dihasilkan dari aktivitas memasak serta menjadi alternatif sabun cuci yang lebih ramah lingkungan dan bernilai guna.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan demo pembuatan sabun. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pembuatan sabun dengan ekstrak sereh dan kelompok dengan ekstrak kunyit. Proses pembuatan sabun dilakukan dengan pendampingan langsung dari tim KKN-BBK 7 serta melibatkan partisipasi aktif peserta. Sabun hasil kegiatan ini, selanjutnya akan dipamerkan pada kegiatan festival bazar yang diselenggarakan oleh tim KKN-BBK 7 pada minggu terakhir pelaksanaan KKN.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya menjaga kesehatan lingkungan, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendaur ulang limbah minyak jelantah menjadi produk berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerja sama antara mahasiswa KKN dan anggota PKK dalam menyalurkan hasil sosialisasi kepada masyarakat Desa Gunungrejo.