Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama di kalangan remaja, terutama perempuan. Di Indonesia, angka kejadian anemia terus meningkat dari tahun ke tahun. Data Riskesdas menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja melonjak dari 6,9% (2007) menjadi 32% (2018). Salah satu penyebab utama anemia adalah kekurangan zat besi, dan ini bisa dicegah melalui konsumsi makanan yang kaya zat gizi mikro. Namun, bagaimana jika solusi kesehatan bisa datang dari camilan lezat?
Sebuah tim peneliti memperkenalkan inovasi camilan bernama Chamcham chips—makanan fungsional berbahan dasar ikan tuna, rumput laut, dan labu kuning yang kaya zat besi dan nutrisi penting lainnya. Camilan ini dikembangkan sebagai solusi praktis untuk membantu remaja putri memenuhi kebutuhan gizi harian mereka.
Keunggulan Kandungan Chamcham Chips
Bahan utama dalam Chamcham chips bukan hanya sembarang pilihan. Masing-masing dipilih karena manfaat nutrisinya:
Tuna (Thunnus sp.) mengandung lebih dari 28% protein, rendah lemak (<5%), dan kaya asam lemak tak jenuh seperti EPA dan DHA. Protein berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi. Rumput laut (Ulva sp.) merupakan sumber alami zat besi, kalsium, seng, serta vitamin A dan C. Labu kuning (Cucurbita moschata) mengandung karotenoid, vitamin C dan B, serat, serta gula alami yang mendukung peningkatan ketersediaan hayati zat besi.
Dalam formulasi terbaiknya, Chamcham F4—dengan 30% rumput laut, 10% tuna, dan 10% labu kuning—mengandung nutrisi penting seperti:
- 13,2 mg zat besi
- 14,03 g protein
- β-karoten sebesar 18.801,77 µg/kg
- Satu porsi 50 gram Chamcham chips dapat memenuhi lebih dari:
- 10% kebutuhan protein harian
- 44% kebutuhan zat besi harian
- 1,66% kebutuhan seng harian remaja putri
Tak hanya bergizi, Chamcham chips juga diuji secara organoleptik oleh 46 panelis semi-terlatih. Evaluasi meliputi tampilan, aroma, rasa, tekstur, dan kesan umum. Menariknya, meskipun formula F1 (dengan kandungan tuna lebih tinggi) mendapat nilai tertinggi untuk aroma dan tekstur, formula F4 tetap unggul dari segi kandungan gizi dan cukup disukai secara keseluruhan. Rasa gurih dari tuna, tekstur renyah dari tepung tapioka, serta aroma khas rumput laut menciptakan camilan sehat yang tetap menggugah selera.
Implikasi bagi Kesehatan Remaja dan Masa Depan Pangan Fungsional
Chamcham chips merupakan contoh nyata bahwa pangan fungsional tidak harus membosankan. Dengan pendekatan berbasis bahan lokal yang mudah diperoleh dan biaya produksi yang rendah, Chamcham chips punya potensi besar sebagai alternatif snack sehat di kalangan remaja. Lebih dari sekadar camilan, produk ini bisa menjadi bagian dari strategi pencegahan anemia nasional. Selain itu, jika diproduksi secara luas, Chamcham chips bisa membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan nilai tambah hasil laut dan pertanian lokal, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski hasil penelitian sangat menjanjikan, Chamcham chips masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, khususnya terkait daya simpan, kemasan, dan stabilitas produk. Penelitian lanjutan juga diperlukan untuk melihat dampaknya terhadap biomarker anemia secara langsung melalui uji klinis. Namun, inovasi ini menjadi tonggak awal menuju pangan fungsional yang tidak hanya menyehatkan, tapi juga digemari generasi muda.
Chamcham chips adalah bukti bahwa inovasi pangan lokal bisa menjadi solusi strategis dalam menghadapi masalah kesehatan masyarakat. Dengan memanfaatkan kekayaan laut dan hasil bumi Indonesia, camilan ini mampu menyatukan gizi, cita rasa, dan keberlanjutan dalam satu gigitan.
Penulis: Atika Anif Prameswari, S.Gz., M.PH., RD
Judul artikel: Development of “Chamcham” Chips Formula for Anemia Made from Tuna (Thunnus sp.), Seaweed (Ulva sp.), and Pumpkin (Cucurbita moschata)
Link artikel: https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-86000127444&origin=recordpage





