Universitas Airlangga Official Website

Inovasi Pengobatan Kanker Nasofaring dengan Kombinasi Radioterapi dan Nimotuzumab

Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang sering terjadi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan angka kejadian mencapai 20–30 kasus per 100.000 penduduk. Meski radioterapi menjadi terapi utama, banyak pasien dengan kanker stadium lanjut menghadapi tantangan berupa kekambuhan lokal dan metastasis.

Nimotuzumab adalah antibodi monoklonal yang menargetkan reseptor faktor pertumbuhan epidermal (EGFR), yang sering diekspresikan secara berlebihan pada kanker epitel, termasuk NPC. Dengan mekanisme kerja yang spesifik, Nimotuzumab dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker tanpa menimbulkan efek samping berat seperti obat kemoterapi lainnya.

Seorang wanita berusia 52 tahun dengan kanker nasofaring stadium 4a menjalani kombinasi pengobatan radioterapi sebanyak 35 sesi dan Nimotuzumab sebanyak lima kali. Pasien sebelumnya mengalami gejala seperti hidung tersumbat, mimisan, kehilangan pendengaran, dan gejala neurologis akibat infiltrasi kanker ke otak. Setelah terapi, kondisi pasien membaik secara signifikan, termasuk hilangnya massa kanker di nasofaring dan gejala neurologis. Efek samping yang dialami sangat minimal, seperti mukositis ringan dan leukopenia yang dapat ditangani.

Keunggulan Terapi Kombinasi

  • Efikasi Tinggi: Kombinasi Nimotuzumab dan radioterapi terbukti efektif mengurangi volume tumor hingga hampir sepenuhnya.
  • Efek Samping Rendah: Nimotuzumab memberikan efek samping minimal dibandingkan kemoterapi tradisional, sehingga lebih toleran untuk pasien.
  • Peningkatan Kualitas Hidup: Skor Karnofsky pasien meningkat menjadi 90, menunjukkan peningkatan kualitas hidup yang signifikan.

Kombinasi radioterapi dan Nimotuzumab memberikan harapan baru bagi pasien kanker nasofaring stadium lanjut. Dengan efektivitas yang tinggi dan efek samping minimal, terapi ini dapat menjadi pilihan utama, terutama bagi pasien yang sebelumnya sulit menerima terapi konvensional.

Penulis: Achmad Chusnu Romdhoni, Jordan Fahmi, Achmad Januar Er Putra, Ibrahim Syamsuri, Ulinta Purwati Pasaribu

Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://www.researchgate.net/publication/384386132_Combination_of_Radiotherapy_and_Nimotuzumab_for_Locally_Advanced_Nasopharyngeal_Carcinoma_A_Case_Report