“Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik, dan tidak ada kata terlalu sibuk untuk menyelesaikannya”
UNAIR NEWS – Pada Wisuda Periode ke-245 Universitas Airlangga (UNAIR). Salah satu sosok yang patut mendapat sorotan adalah Dr H Agus Harimurti Yudhoyono MSc MPA MA. Pria yang akrab disapa AHY itu dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Doktor Sekolah Pascasarjana UNAIR dengan IPK nyaris sempurna, yaitu 3,94. Sosok yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu tidak hanya menginspirasi dari segi akademik, tetapi juga menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memadukan tugas kenegaraan dengan komitmen akademis.
Baginya, dukungan keluarga, inspirasi dari dosen, dan kebersamaan dengan rekan sekelas adalah kunci keberhasilannya dalam menyelesaikan program doktor di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. “Menjadi yang terbaik bukanlah tujuan utama, tetapi proses dan perjalanan intelektual itulah yang saya nikmati,” ungkapnya.
Sebagai pejabat publik, tantangan untuk menyeimbangkan karir dan pendidikan bukanlah hal mudah. Namun, berbekal disiplin dan kerja keras, ia mampu menyelesaikan disertasi bertajuk Kepemimpinan Transformasional dan Orkestrasi Sumber Daya Manusia menuju Indonesia Emas 2045. Disertasi itu mencerminkan visinya untuk membawa Indonesia menjadi negara maju melalui pengelolaan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Lebih lanjut, AHY mengakui bahwa pendidikan di UNAIR sangat relevan dengan tugasnya sebagai pemimpin publik. Filosofi yang ia pelajari di UNAIR menjadi landasan dalam pengambilan kebijakan berbasis integritas dan moralitas. “Motto UNAIR, Excellence with Morality, menjadi prinsip yang terus saya pegang. Prinsip ini mengingatkan bahwa prestasi tidak boleh mengorbankan integritas,” ujarnya.
Pengalaman Berkesan
Salah satu momen yang paling membekas bagi AHY adalah pelajaran dari mata kuliah Filsafat Ilmu, yang mengajarkan tentang pentingnya perspektif dalam melihat suatu isu. “Dalam pengambilan kebijakan, benar atau salah tidak cukup dinilai hanya dengan logika, tetapi juga dengan kebijaksanaan,” tuturnya.
Ke depan, AHY berharap dapat memanfaatkan ilmu yang ia peroleh untuk memperkuat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Ia menekankan pentingnya orkestrasi kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan semua elemen bangsa untuk mencapai tujuan bersama.
Di akhir, ia mengatakan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik, dan tidak ada kata terlalu sibuk untuk menyelesaikannya. “Hidup adalah universitas yang abadi. Jangan sia-siakan setiap waktu dan kesempatan untuk bisa menggali ilmu pengetahuan, wawasan, dan pengalaman yang berharga, untuk kebaikan diri kita, juga untuk masyarakat, bangsa, negara, dan dunia,” tegasnya.
Penulis: Adinda Aulia Pratiwi
Editor: Khefti Al Mawalia





