UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga Desa Penanggungan melaksanakan kegiatan integrasi program kerja “SI-Maggot: Sistem Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Melalui Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly)” dan “RUBER: Ruang Terbatas Bukan Masalah, Lobster Tumbuh Jadi Berkah” pada Selasa (20/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Penanggungan dengan sasaran Kelompok Wanita Tani (KWT), Pengelola Bank Sampah, dan Karang Taruna Desa Penanggungan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi.
Kegiatan ini bertujuan menghadirkan solusi terpadu dalam menjawab dua permasalahan utama di tingkat desa, yaitu pengelolaan sampah organik rumah tangga dan keterbatasan peluang usaha produktif. Melalui integrasi SI-Maggot dan RUBER, mahasiswa BBK 7 Penanggungan memperkenalkan konsep pengolahan sampah menjadi sumber daya bernilai guna yang dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Keterangan: Mahasiswa BBK 7 Penanggungan Menjelaskan Teknik Budidaya Maggot BSF (Foto: Dok. Tim BBK 7)
Pada kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 Penanggungan (Zahra Athirah Muchtar dan Muhammad Fadhlan Akbar) terlebih dahulu memperkenalkan program SI-Maggot yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui budidaya maggot BSF, sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan dapat diolah secara efektif sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang ke lingkungan.
Dalam pemaparan SI-Maggot, mahasiswa menjelaskan siklus hidup maggot BSF, jenis sampah organik yang dimanfaatkan, serta tahapan budidaya yang dapat dilakukan secara sederhana di lingkungan rumah. Program ini diharapkan mampu mendorong peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.





