Universitas Airlangga Official Website

Intip Strategi Pengembangan Public Relation dan Branding-nya 

Intip Strategi Pengembangan Public Relation dan Branding-nya
Intip Strategi Pengembangan Public Relation dan Branding-nya

UNAIR NEWS – Saat ini organisasi maupun perusahaan sangat membutuhkan soft skill terkait public relation. Fungsinya sebagai penjembatan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan seminar dengan topik Strategis Training 2023 “How Public Relation Being Relevant in the Digital Era?” pada Senin (10/4/2023). Tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan soft skill di bidang public relation bagi setiap humas ormawa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang relevan dengan perkembangan digital pada saat ini. 

Cynthia Cecilia selaku founder of jobhun memberikan materi terkait “Strategic Thinking” dan Ni Made Prami Dewanggi sebagai chief communication officer di Sekrativ membawakan materi terkait “Branding”. 

Sebelah kiri moderator dan sebelah kanan Cynthia Cecilia selaku Founder of Jobhun (Foto: Panitia)
Strategi Berpikir dalam Public Relation

PR atau Public Relation memiliki dua jenis. Yaitu, PR secara konvensional dan digital. Untuk konvensional biasanya terlihat pada iklan Billboard dan berbayar. Sedangkan untuk digital bisa melalui media sosial, blog website, newsletters, dengan pasar target yang lebih luas yang bisa berbayar maupun tidak. 

Bagi seorang PR di bidang digital, penting sekali untuk memperhatikan retweet, hashtag, research, influencer, conversation, event, trust, dan relationship. Hal itu dapat menunjang suatu organisasi maupun perusahaan untuk melihat goals mana yang dituju dan sesuai dengan target.  

PR  perlu wajib melakukan beberapa untuk mengembangkan strategi berpikir. Yaitu, berorientasi pada masa depan, mencoba berbagai hal yang baru, manajemen waktu, observasi dan refleksi, hingga berhati-hati dalam bias. 

“Selain itu, ada enam langkah untuk merancang strategi dalam public relation. Yaitu, positioning, objectives, strategy, tactics, administration, dan results,” ujar Cynthia. 

Pemberian plakat, sebelah kiri ketua pelaksana dan sebelah kanan Ni Made Prami Dewanggi sebagai Chief Communication Officer di Sekrativ (Foto: Panitia)
Pemberian plakat, sebelah kiri ketua pelaksana dan sebelah kanan Ni Made Prami Dewanggi sebagai Chief Communication Officer di Sekrativ (Foto: Panitia)
Establish Branding 

Penting sekali bagi PR dapat memperkenalkan dan mempertahankan branding dari organisasi, perusahaan, maupun brand agar audiens tahu visi dan misi atau image ke audiens. Selain itu, penting sekali untuk mengetahui right tone cara berkomunikasi dengan berbagai pihak. Terdapat berbagai jenis tone cara berkomunikasi seperti cool tone dan warm tone

Cool tone sering terpakai ketika ingin menghubungi perusahaan yang baru ingin kita tuju. Biasanya menggunakan bahasa yang formal dan sedikit kaku. 

Sedangkan warm tone lebih pada perusahaan yang sudah sering bekerja sama dan memang sudah mengenal satu sama lain. Penggunaan warm tone itu akan meningkatkan keakraban dari kedua pihak.

Market branding PR juga perlu untuk melakukan market research, transparency, and sustain the relationship agar hubungan antar pihak yang bekerja sama tetap terjalin dengan baik. 

“Dan jangan lupa, walaupun kita sudah mengenal partner tetap harus sopan dalam mengakhiri pembicaraan. Kalian bisa gunakan warm tone yang semi formal tone agar hubungan tetap terjaga dengan baik,” tutup Ni Made. 

Penulis: Nokya Suripto Putri 

Editor: Feri Fenoria