Pendirian Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) adalah nama baru dari Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga dan merupakan transformasi dari entitas penyelenggara program studi Universitas Airlangga di Banyuwangi yang sebelumnya disebut Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi. FIKKIA yang disahkan tanggal 12 Oktober 2023 atas dasar Surat Keputusan Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Airlangga nomor 6 Tahun 2023 itu diharapkan dapat mengelola pendidikan tinggi Universitas Airlangga di Banyuwangi menjadi lebih profesional, mandiri, agile, dengan fleksibilitas yang lebih baik.
FIKKIA membuka lima Program Studi, yakni S1 Kedokteran Hewan, S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Akuakultur, dan program studi baru S1 Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH). FIKKIA menempatkan diri sebagai unsur pelaksana akademik dimana fakultas yang menyelenggarakan dan mengelola pendidikan akademik pada bidang keilmuan tertentu. FIKKIA menjadi fakultas baru Universitas Airlangga yang berdiri disamping 15 (lima belas) fakultas yang telah ada.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sejak jaman Bupatinya Pak Azwar Anas dan Bupati yang sekarang Ibu Ipuk Fiestiandani memberikan dukungan penuh keberadaan FIKKIA di Banyuwangi karena kehadiran Universitas Airlangga sejak 2014 berkontribusi nyata bagi daerah. Secara keseluruhan, Pemkab Banyuwangi melihat kampus UNAIR sebagai mitra strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia lokal, dan percepatan pembangunan daerah melalui kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Baik Pemkab maupun masyarakat Banyuwangi putra-putri daerah tidak perlu jauh kuliah ke Surabaya.
Komitmen Universitas Airlangga yang memiliki rencana membangun gedung yang baru dan megah FIKKIA di Banyuwangi akan menambah meningkatkan marwah keberadaan Unair di Banyuwangi juga akan memberikan kontribusi yang besar bagi peningkatan potensi Kabupaten Banyuwangi. Seperti diketahui Universitas Airlangga berencana membangun gedung 10 lantai sebagai pengembangan kampus Mojopanggung (ex-Dinas Pendapatan Daerah Banyuwangi). Gedung tersebut akan digunakan untuk semua Prodi (Kedokteran, Kedokteran Hewan, Kesehatan Masyarakat dan Akuakultur) pembelajaran yang terpusat.
Selain Pembangunan gedung di kampus Mojopanggung, dalam 5 tahun ke depan juga akan dibangun Gedung di Kedayunan yang sekarang masih dalam proses pembebasan tanah. Keperluan Pembangunan Gedung yang lain adalah Rumah Sakit Pendidikan dan Rumah Sakit Hewan Pendidikan serta wahana pembelajaran yang lain seperti Teaching Farm hewan dan Teaching Farm Ikan.
Keberadaan kampus Unair – FIKKIA di Banyuwangi ini mengingatkan saya pada salah satu kampus terkemuka di Amerika Serikat yaitu University of California, Los Angeles (UCLA) yang merupakan universitas riset hibah tanah publik di lingkungan Westwood di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Akar akademisnya didirikan pada tahun 1881 sebagai sekolah normal yang kemudian dikenal sebagai cabang selatan Sekolah Normal Negara Bagian California yang kemudian berkembang menjadi Universitas Negeri San José. Cabang ini dipindahkan ke University of California untuk menjadi Cabang Selatan University of California pada tahun 1919, menjadikannya yang tertua kedua dari sistem University of California dengan sepuluh kampus setelah University of California, Berkeley.
Tapi perlu diperhatikan meskipun nantinya FIKKIA memiliki gedung baru yang megah, jangan sampai Civitas Akademika Unair Banyuwangi merasa “ditinggal” atau “abandoned” dengan induknya Unair Surabaya atau merasa menjadi entitas sendiri. Karena sejatinya kampus Unair di Banyuwangi ini adalah bagian dari Unair secara keseluruhan. FIKKIA Banyuwangi merupakan bagian dari keluarga besar Unair; “It is part of a big Unair family”.
Karena itu ada baiknya kalau ada event atau kegiatan (baik akademik maupun non- akademik) di kampus A, B dan C Universitas Airlangga di Surabaya, ada perwakilan mahasiswa/mahasiswi dari FIKKIA yang diundang untuk hadir; demikian sebaliknya ada perwakilan dari kampus Unair Surabaya yang bisa hadir apabila ada event di FIKKIA Banyuwangi. Melibatkan secara intens mahasiswa/mahasiswi FIKKIA Banyuwangi pada setiap kegiatan atau event di kampus induk Unair Surabaya akan memupuk “Esprit de Corps”- atau jiwa korsa, semangat kelompok yang tinggi, sense of belonging yang tinggi terhadap almamater dan menghindari perasaan “being abandoned” – atau perasaan ditinggal sendiri.





