UNAIR NEWS – Setelah sukses menjadi moderator dalam ASEAN Conference, Stefanny Imelda, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga (UNAIR) berkesempatan menjadi juri Grand Final Duta Perlindungan Anak Jawa Timur 2023 pada Minggu (13/8/2023).
Ajang oleh Yayasan Outfitology Pageant itu mengusung tema The Action of The Younger Generation Concerned About Child Protection. Peserta kompetisi adalah para pemuda dari Provinsi Jawa Timur dan berlangsung di Ciputra World Surabaya.
Stefanny yang merupakan peraih gelar Miss Glamour Look International 2022 terpilih menjadi juri bersama dua rekan lainnya, yaitu Mister Charm Jatim dan Miss Multinational. Dari sesi interview, Stefanny mengungkapkan bahwa aspek penilaian utama adalah how we as role models have a good impact on others.
Aspek Penilaian
“Penilaian tak hanya dari penampilan luar namun juga apa advokasi yang dibawa oleh setiap peserta, terutama sesuai dengan aspek utama yang dicari. Yaitu, sebagai promotor pemuda untuk melek dengan ancaman-ancaman kekerasan pada anak dan juga HAM,” ucap Stefanny.
“Kami juga menilai advokasi yang dibawakan apakah sudah benar-benar terealisasikan. Selain itu, tentu, kemampuan public speaking, modeling, confident, dan personal branding juga menjadi faktor yang sangat penting untuk dipertimbangkan,” tambah mahasiswa FISIP UNAIR itu.
Penyandang gelar Miss Glamour Look International 2022 itu mengungkapkan bahwa setiap peserta Grand Final Duta Perlindungan Anak Jawa Timur memiliki keunikan tersendiri dalam hal cara penyampaian, gesture, hingga advokasi yang dibawakan.

“Kebanyakan dari mereka sudah melek dengan realita saat ini. Serta didukung kemampuan lain yang cukup membuat kami bingung sebagai dewan juri untuk menentukan siapa yang layak menjadi winner. Maka dari itu, perlu diskusi bersama dewan juri dan pembina yang intens untuk mengambil keputusan,” tuturnya.
Pengalaman Berkesan
Yang paling berkesan menurut Stefanny adalah ketika suguhan opening dance dan opening number peserta yang menggunakan kostum berwarna warni. “Hal ini menandakan bahwa mereka siap terjun bersama anak-anak dengan riang gembira dan ceria. Mereka tampak cute dan juga charming. Menurut saya pribadi hal ini unik, karena belum ada ide ini dalam beberapa grand final di duta lain,” ia membeberkan keunikan dari ajang pageant kali ini.
Stefanny berharap para finalis dan winner dapat terus menjalankan aksi nyata perlindungan anak terutama di Jawa Timur. Serta, dapat mengajak pemuda lain untuk turut serta menjadi bagian dari advokasi rekan-rekan. Sehingga, amanah yang mereka dapatkan bisa memberikan dampak yang besar, terutama dalam kesejahteraan anak-anak.
“Peduli dengan orang lain tidak akan membuat kita kekurangan. Sumbangkan aspirasi dan hati tulus untuk terus menjunjung kebaikan. For the younger generation, starting to become a mover and care about social reality. if not us, then who else? If not now, then when?,” tutupnya pada akhir sesi wawancara. (*)
Penulis: Aidatul Fitriyah
Editor: Binti Q Masruroh





