“Courage unlocks the door to opportunity, yet it’s the embrace of change that shapes a brighter destiny”.
UNAIR NEWS – Wisuda periode 242 Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi momentum yang membanggakan bagi Rizal Budi Prasetyo. Pasalnya, ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Studi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekolah Pascasarjana. Ia menyelesaikan masa studinya selama satu tahun delapan bulan.
“Sangat tidak expect sebenarnya ya karena saya yakin semua mahasiswa di UNAIR pasti memberikan performa terbaiknya dan tiba-tiba saya mendapat kabar terpilih sebagai wisudawan terbaik, sangat bersyukur pasti,” ujar Rizal.
Banyak lika-liku yang Rizal jalani sampai kemudian berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,90 bukan merupakan hal yang mudah bagi Rizal. Terlebih pihaknya mengatakan bahwa prodi yang ia ambil tidak linier dengan program studinya saat Sarjana.
Namun permasalahan tersebut tidak menepis semangat Rizal dalam menyelesaikan pendidikan. Rizal mengatakan sistem perkuliahan pascasarjana yang bersifat multidisiplin sangat membantunya untuk menunjukan performa terbaik selama pendidikan. Rizal juga menjelaskan beberapa pengalaman di kantor tempatnya bekerja sebelum berkuliah juga mendukungnya untuk beradaptasi.
“Awal-awal memang cukup struggling, tapi seiring berjalannya waktu kita tahu bahwa kita tidak dituntut benar atau salah. Melainkan memahami banyak hal dengan berbagai perspektif,” jelasnya.
Aktif sebagai Konsultan dan Tim Akreditasi
Meskipun dengan berbagai kesibukan perkuliahan, di tengah masa pendidikannya, Rizal juga turut bergabung menjadi konsultan dan tim akreditasi prodi. Pihaknya juga mendapat kesempatan untuk menjadi seorang pembicara di berbagai workshop.
“Alhamdulillah karena memang di S2 ini kita disiapkan untuk menjadi seorang pemimpin jadi memang dosen kami selalu memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang dinilai punya ilmu lebih untuk kemudian menjadi mentor bagi mahasiswa lain,” imbuhnya.
Lebih lanjut Rizal berharap jejak keberaniannya untuk melanjutkan pendidikan dapat menjadi contoh untuk mahasiswa lain. Ia berpesan kepada siapapun yang bermaksud melanjutkan studi Magister agar tidak takut dan memanfaatkan setiap kesempatan.
“Intinya kalau mau S2 jangan pernah takut karena yang kita cari itu networking,” jelasnya.
Penulis: Rosali
Editor: Khefti Al Mawalia





