n

Universitas Airlangga Official Website

Jadi Wisudawan Terbaik, Masih Aktif Lakukan Penelitian

Indira Larasputri berhasil dinobatkan sebagai wisudawan terbaik S2 FKG dengan IPK 3.94. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Indira Larasputri mengaku sempat enggan melanjutkan studi S2 lantaran telah diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun, berkat dorongan orang tua, perempuan kelahiran Samarinda, 24 tahun silam itu dapat menyelesaikan studi dengan IPK 3.94.

Indira mengakui, perjuangan dalam menempuh studi S2 adalah melawan kemalasan yang timbul dari diri sendiri. Saat penelitian untuk menyusun tesis, ia sudah tidak lagi memiliki tanggungjawab mata kuliah. Sehingga, tidak ada motivasi dari teman-teman seangkatan. Selain itu, kesibukan bekerja Senin-Jumat malam sebagai dokter gigi juga menyita waktu dan tenaga.

“Meski sempat terkendala namun akhirnya dapat lulus tepat waktu,” ucapnya.

Dalam tesisnya yang berjudul Analisa P53 Mutan dan Caspase 3 pada Teknisi Gigi Akibat Paparan Logam Nikel, Kobal, Krominium di Laboratorium Surabaya, Indira melakukan penelitian yang berkolaborasi dengan dosen pembimbingnya. Dalam penelitian itu, ia melihat bahwa banyak teknisi gigi yang terpapar polusi logam saat melakukan pekerjaan dalam membuat protesa gigi.

“Kami membuat penelitian untuk mendeteksi mengenai apa saja perubahan yang mungkin terjadi akibat paparan logam tesebut sebelum timbul penyakit,” ujarnya.

Saat ini, Indira tengah menjalani pekerjaan sebagai staf medik di Departemen Gigi dan Mulut di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Selain itu, dirinya juga aktif melakukan penelitian epidemiologis di tempat kerjanya.

Mengenai rencana setelah lulus, bila ada kesempatan dan waktu, Indira ingin melanjutkan studi ke jenjang spesialis. Kepada mahasiswa lain yang sedang menempuh studi S2, ia menyarankan untuk mengerjakan proposal tesis secepat mungkin, sejak semester 1 bila perlu. Selain itu, begitu mendapat hasil penelitian, segera menyusul artikel ilmiah. Pilihlah jurnal dengan persyaratan yang tidak mempersulit dan mudah diterima.

“Banyak-banyaklah bertanya bila tidak tahu. Serta sharing bila ada masalah atau kendala. Siapa tahu ada yang bisa membantu,” tuturnya. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Binti Q. Masruroh