Universitas Airlangga Official Website

Jejak Alumni FIB di Jepang, Bagikan Tips Studi Lanjut dan Bekerja bagi Mahasiswa

Rizki Hanindia Rasyid, S.Hum. Alumni Departemen Bahasa dan Sastra Jepang Membuka Materi Kuliah Umum Pilihan Setelah Berkarier atau Studi Lanjut S2 pada selasa (03/03/2026) di Ruang 302 FIB UNAIR (Foto: Yongki)
Rizki Hanindia Rasyid, S.Hum. Alumni Departemen Bahasa dan Sastra Jepang Membuka Materi Kuliah Umum Pilihan Setelah Berkarier atau Studi Lanjut S2 pada selasa (03/03/2026) di Ruang 302 FIB UNAIR (Foto: Yongki)

UNAIR NEWS – Departemen Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kuliah tamu bertemakan Pilihan Setelah S1: Berkarir atau Studi Lanjut S2”. Kegiatan tersebut menghadirkan Rizki Hanindia Rasyid SHum alumni Prodi Bahasa dan Sastra Jepang tahun 2024, terlaksana pada Selasa (03/03/2026) di ruang kelas 302 FIB UNAIR.

Rizki Hanindia Rasyid SHum yang akrab disapa Hanindia merupakan penerjemah dan HRD pada industri manufaktur multinasional Jepang dan Indonesia. Pengalaman tersebut ia mulai setelah menyelesaikan program pertukaran ke Kansai University dan menyelesaikan studinya. “Bangga karena bisa mengetahui keinginan ke depan,” ucap Nunuk Endah Srimulyani SS MA PhD selaku Kepala Departemen Bahasa dan Sastra Jepang ketika mengisi sambutan.

Capaian dan Prestasi 

Sebelum menyelesaikan studi, Ia berhasil memperoleh beasiswa unggulan Bank Indonesia serta memperoleh kesempatan exchange ke Kansai University selama satu tahun. Sesampainya di Indonesia, Ia langsung menyelesaikan tugas akhir dan lulus di tahun 2024. Setelah lulus, Ia mendapatkan penawaran dari sebuah agent untuk mengisi jabatan sebagai translator di sebuah perusahaan multinasional. Namun, karena budaya profesional yang berbeda mengakibatkan ia menduduki translator dan HRD Training. “Dalam Budaya Profesional Jepang, pekerjaan translator dinilai sebagai pekerjaan irreguler sehingga menduduki dua posisi,” Ucapnya. 

Pekerjaan tersebut Hanindia nilai tidak cukup menantang karena ia harus mengerti istilah-istilah manufaktur berbahasa Jepang. Selain itu, kurangnya persiapan selama masa studi mengenai penerjemahan menambah kesulitan tersebut. Namun, Ia tetap berusaha karena masih memiliki berpikir idealis untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Sekarang, Hanindia sedang menempuh studi master di Kyoto University sebagai research student dengan beasiswa MEXT.


Tips Memilih Lanjut Studi atau Bekerja

Memilih antara melanjutkan studi atau bekerja sama-sama memerlukan persiapan waktu dan finansial yang cukup. “Mengambil mata kuliah penerjemah saja tidak cukup, tetapi harus berlatih di luar”. Ia menjelaskan bahwa jika ingin menjadi translator, materi dari kelas saja tidak cukup harus menambah materi lain dan belajar setidaknya 2 jam. Hal ini karena terdapat banyak kosakata. Penggunaan teknologi Artificial Intelligence dapat membantu proses belajar. 

Hanindia mengungkapkan, jika berencana melanjutkan studi, perlu persiapan untuk JLPT atau TOEFL untuk proses seleksi beasiswa. Selain itu, perlu persiapan finansial sebagai dana darurat ketika di Jepang. “Beasiswaku baru dibayarkan di akhir april tetapi perkuliahan berlangsung dari awal april sehingga harus parttime menyiapkan finansial,” Ucapnya. 

Menutup sesi kuliah umum, Hanindia menekankan bahwa melanjutkan studi atau bekerja memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Diperlukan fokus dan tekad untuk menjalankan keduanya. 

Penulis: Yongki Eka Cahya

Editor: Ragil Kukuh Imanto