UNAIRÂ NEWS – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pengabdian masyarakat (pengmas) di daerah perbatasan, yaitu di Pulau Belakang Padang, Batam dan Desa Pengudang, Bintan, Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut adalah bagian dari Program Airlangga Community Development Hub (ACDH) 2025 yang di bawah naungan LPMB UNAIR dan merupakan kegiatan berkelanjutan yang telah berlangsung sejak tahun 2022.
Aktivitas tersebut merupakan kolaborasi antar fakultas di lingkungan dan berlangsung pada Rabu-Jumat (17-19/9/2025). Tim FIB terdiri dari dua dosen, yaitu Lina Puryanti SS MHum PhD (Tim FIB 1) dan Dr Layli Hamida SS M.Hum (Tim FIB 2). Keduanya bertugas memberikan penyuluhan dan pelatihan mengenai kesadaran budaya, visi masa depan, dan dan pemerolehan bahasa asing dengan bantuan teknologi.
Bangkitkan Rasa Bangga Budaya Lokal
Pengmas yang terselenggara oleh Tim FIB 1 di Pulau Belakang Padang, Batam, berlokasi di Sekolah Dasar negeri 004 Belakang Padang. Acara terlaksana dengan mengajak anak-anak sekolah dasar tersebut untuk mengenali budaya Indonesia dan budaya local daerah mereka. Selanjutnya, anak-anak tersebut mendapatkan pengarahan untuk merefleksikan kesadaran budaya mereka melalui kegiatan menggambar impian dan cita-cita mereka sebagai anak pulau. Sesi tersebut bertujuan untuk membangkitkan rasa bangga akan budaya lokal pada anak-anak yang menjadi peserta dan bagaimana mereka membentuk persepsi dirinya sebagai anak anak yang tinggal di sebuah pulau di wilayah perbatasan.

Tim FIB 2 bertugas di Desa Pengudang, Bintan. Acara Pengmas dari tim ke-2 ini berlokasi di Balai serbaguna Desa Pengudang dengan menghadirkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat dan anggota Masyarakat lainnya. Di Desa Pengudang, Tim FIB 2 membawa tema Pelatihan Bahasa Inggris untuk SMART TOURISM. Smart Tourism adalah sebuah konsep pariwisata yang menginteggrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih efisien bagi wisatawan dan pengelola destinasi.
Wujudkan Smart Tourim
Di Desa Pengudang ada banyak destinasi wisata yang berbasiskan keindahan alam dengan ekosistem. Seperti padang lamun, terumbu karang, dan hutan bakau (mangrove) yang perlu masyarakat luas ketahui, termasuk juga masyarakat internasional. Maka, pengabdian masyarakat Tim FIB 2 berfokus untuk melatih Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat setempat untuk secara sederhana mampu mendeskripsikan destinasi wisata di daerahnya.
Untuk keperluan Smart Tourism, pelatihan bahasa Inggris yang berfokus pada kemampuan ‘Describing Tourist Places’ ini kemudian berlanjut dengan pelatihan Mesin Kecerdasan Buatan ChatGPT. Hal tersebut bertujuan untuk membantu mereka dalam mendeskripsikan destinasi wisata di daerahnya.
Selama pengmas berlangsung, anggota masyarakat di Desa Pengudang termasuk anggota Pokdarwisnya memiliki potensi yang bagus untuk belajar bahasa Inggris. Hal tersebut terlihat dari kemampuan pengucapan (pronunciation) mereka yang cukup bagus. Di samping itu, para peserta tersebut juga terlihat antusias mempraktikkan penggunaan ChatGPT untuk mendeskripsikan daerah wisata di desa mereka.
Penulis: Tim Pengmas FIB
Editor: Yulia Rohmawati





