Universitas Airlangga Official Website

Jembatani Kampus dan Industri, BEM FEB UNAIR Kunjungi KPMG

Pengurus BEM FEB UNAIR saat kunjungan Study to Company di kantor KPMG Indonesia, Kamis (16/10/2025). (Foto: Istimewa)
Pengurus BEM FEB UNAIR saat kunjungan Study to Company di kantor KPMG Indonesia, Kamis (16/10/2025). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dalam upaya membuka wawasan dan mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kegiatan Study to Company & Campus Visit (STUCOVIS) ke kantor Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG) Indonesia pada Kamis (16/10/2025). Kunjungan itu bertujuan untuk belajar langsung mengenai budaya kerja, inovasi, dan strategi bisnis di salah satu firma jasa profesional terbesar dunia.

Presiden BEM FEB UNAIR, Renandra Aryasakti, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata bagi para pengurus BEM. “Kami ingin belajar langsung dari dunia profesional, terutama dari perusahaan global seperti KPMG. Teman-teman di BEM FEB UNAIR ingin membuka wawasan baru tentang bagaimana dunia kerja berjalan dan menjalin hubungan baik antara kampus dengan industri,” ungkap Arya.

Menurut Arya, KPMG sebagai salah satu Big Four merupakan simbol profesionalisme dan kredibilitas di dunia bisnis global, sangat relevan bagi mahasiswa FEB. “Buat mahasiswa FEB, KPMG itu bukan cuma nama besar, tapi juga contoh nyata tentang bagaimana perusahaan bisa bertahan dan berinovasi di tengah era digital,” jelasnya.

Selama kunjungan, para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai bagaimana KPMG mempersiapkan sumber daya manusianya untuk menghadapi tantangan digital. “Kami bisa lihat langsung bagaimana KPMG menyiapkan SDM-nya. Mereka nggak cuma fokus pada kemampuan teknis, tapi juga pada karakter dan mindset global,” tutur Arya. Ia menambahkan, kunjungan ini menyadarkan bahwa peluang bagi mahasiswa sangat terbuka lebar, asalkan memiliki kemauan belajar dan kemampuan beradaptasi.

Lebih lanjut, Arya menyatakan bahwa kunjungan itu menjadi bahan refleksi penting dalam merancang program kerja ke depan. Pengalaman itu mendorong BEM untuk menciptakan kegiatan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami jadi paham bahwa program kerja yang kami rancang harus lebih dekat dengan realita industri. Bukan cuma kegiatan seremonial, tapi juga yang bisa mengasah skill dan wawasan profesional teman-teman mahasiswa, entah lewat pelatihan atau program mentoring,” paparnya.

Arya mengatakan bahwa dunia kerja bukan sekadar tempat mencari penghidupan, tapi ruang untuk membuktikan diri dan bertumbuh. Kunjungan ke KPMG mengajarkan bahwa kesiapan dan karakter jauh lebih berarti dari sekadar nilai akademik. 

“Teruslah belajar, beradaptasi, dan berani melangkah,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Abid Zhahiruddin

Editor: Khefti Al Mawalia