UNAIR NEWS – Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo kembali menjadi sorotan publik setelah resmi bergabung sebagai Dewan Penasehat Global Bloomberg News Economy. Bagaimana tidak, Bloomberg sendiri terkenal sebagai salah satu media utama yang menjadi rujukan bagi para pelaku bisnis dan investor dunia dalam pengambilan kebijakan ekonomi.
Menanggapi capaian luar biasa tersebut, Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Rossanto Dwi Handoyo SE MSi PhD angkat bicara. Menurutnya, bergabungnya Jokowi sebagai Dewan Penasehat Bloomberg merupakan bentuk apresiasi internasional terhadap kinerja Jokowi sebagai kepala negara khususnya di bidang ekonomi.
“Langkah Bloomberg ini menunjukkan kiprah Jokowi dalam bidang ekonomi yang progresif dalam percaturan dunia. Seperti yang kita tahu beliau menjadi salah satu kepala negara yang berhasil menstabilkan ekonomi negara di masa Covid-19 dan menjadi wajah ekonomi negara berkembang yang terus menunjukkan progress yang baik,” ungkapnya.

Keuntungan Ekonomi
Prof Rossanto menegaskan bahwa bergabungnya Jokowi sebagai Dewan Penasehat Bloomberg memberikan keuntungan bagi Indonesia. Dengan reputasinya sebagai rujukan pelaku ekonomi dunia, Bloomberg dapat memberikan ruang bagi Indonesia untuk lebih dikenal dalam kancah ekonomi global. Selain itu kehadiran Jokowi juga menjadi bukti potensi pengembangan ekonomi Indonesia kedepannya.
“Bergabungnya Jokowi dapat memberikan nilai tambah bagi indonesia seperti meningkatkan kepercayaan investor bagi ekonomi indonesia. Dalam hal ini, Bloomberg melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus naik dan dapat menjadi daya tarik investor asing untuk berinvestasi ke Indonesia di tengah ketidakstabilan ekonomi global akibat kebijakan ekonomi AS,” ungkapnya.
Momentum Tepat
Lebih lanjut, Prof Rossanto menyebut bahwa hal itu merupakan momentum yang tepat untuk menarik investor asing ke Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus bertindak progresif agar momentum tersebut tidak berlalu begitu saja dengan mengambil langkah kebijakan yang berdampak bagi ekonomi.
“Pemerintah dapat membuat blueprint dalam menawarkan investasi di bidang tertentu seperti pertambangan, perkebunan dan bidang lainnya. Dukungan iklim investasi yang baik juga harus terus ditingkatkan seperti perizinan yang jelas serta harmonisasi pemerintah pusat dan daerah yang mendukung investasi asing di Indonesia,” pungkasnya.
Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi
Editor: Khefti Al Mawalia





