Universitas Airlangga Official Website

Jumlah Mahasiswa Indonesia di AS Hanya 0,7%

Infografik: Visual Capitalist
Infografik: Visual Capitalist

Data dari Visualcapitalist. Com, untuk periode 2023/2024 menunjukkan jumlah mahasiswa asing yang kuliah di Amerika Serikat menunjukkan mahasiswa dari India dan Cina jumlahnya paling banyak dibandingkan dengan dari negara-negara lain. Meskipun pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump berusaha membatasi jumlah mahasiswa asing yang studi di Amerika Serikat atas alasan keamanan dalam negeri, namun pendidikan internasional tetap menjadi landasan lanskap akademik AS. Pada tahun akademik 2023/24, lebih dari 1.1 juta siswa internasional terdaftar di institusi AS. Angka tepatnya secara keseluruhan secara total ada 1.126.690 mahasiswa asing dari 210 negara yang belajar di berbagai perguruan tinggi di Amerika Serikat.

Perlu diketahui jumlah mahasiswa India yang studi di Amerika Serikat paling banyak di antara negara-negara lain yakni mencapai 29,4% dari total jumlah mahasiswa asing di Amerika Serikat. Disusul China mencapai 24,6%. Sementara jumlah mahasiswa Indonesia di AS hanya mencapai 0,7% dari total jumlah mahasiswa asing di AS.

India mengirim lebih dari 331.000 siswa ke AS tahun lalu, melampaui 277.000 siswa China. Pergeseran ini mencerminkan tren pertumbuhan yang terlihat selama beberapa tahun terakhir karena pendaftaran China telah menurun.

Seperti  yang dilaporkan The New York Times, perluasan ambisi kelas menengah telah membuat India memimpin dalam jumlah mahasiswanya di AS, meskipun penghentian wawancara visa baru-baru ini membuat kekacauan. AS juga kebetulan memiliki populasi imigran India terbesar  di dunia.

Sementara raksasa seperti India dan China mendominasi, negara-negara seperti Bangladesh, Nepal, dan Nigeria diam-diam mengembangkan kehadiran mereka.

Menurut laporan Open Doors 2023/24, Bangladesh dan Nepal keduanya mencapai level tertinggi sepanjang masa, sementara pendaftaran Nigeria tumbuh sebesar 13.5% dari tahun ke tahun.

Beberapa negara mengirim lebih sedikit siswa. Korea Selatan, meskipun masih menjadi sumber terbesar ketiga, mengirim 43.149 siswa pada 2023/24, turun dari 73.351 pada 2010/11. Salah satu alasannya bisa jadi adalah menurunnya tingkat kesuburan Korea Selatan, yang mengakibatkan lebih sedikit anak muda yang mendaftar di pendidikan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Sementara jumlah mahasiswa Indonesia mencapai 8.145 orang atau 0,7% dari total mahasiswa asing di Amerika Serikat.

Kita belum tahu apakah dengan pengaruh dominasi Amerika Serikat di dunia ini mulai menurun akibat kebijakan-kebijakannya yang kontroversial seperti perang dagang dengan China dan negara-negara lain dan melarang beberapa warga dari negara-negara tertentu untuk masuk di Amerika Serikat – pendidikan tinggi di negeri Paman Sam ini masih menjadi daya tarik.