Universitas Airlangga Official Website

Juwita Tri, Alumni FPK UNAIR Jadi Penyuluh Perikanan, Dampingi Pelaku Usaha Bertransformasi 

Juwita Tri Hermawati, alumni FPK UNAIR, penyuluh di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: Istimewa)
Juwita Tri Hermawati, alumni FPK UNAIR, penyuluh di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencetak alumni berdampak di berbagai bidang. Juwita Tri Hermawati, alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) yang saat ini menjabat sebagai penyuluh di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditempatkan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya. 

Sebagai penyuluh perikanan, Juwita memiliki peran sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik di lapangan. Tugas tersebut dijalankan melalui berbagai peran mulai dari edukator, motivator, mediator, fasilitator, hingga agen perubahan sekaligus pendamping usaha bagi pelaku utama perikanan. 

Dalam perannya sebagai edukator, ia membagikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FPK UNAIR kepada para pelaku utama perikanan seperti nelayan, petani garam, hingga pembudidaya. “Ilmu yang saya dapatkan di kampus menjadi bekal utama untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha perikanan secara berkelanjutan dan berkembang,” ujarnya.

Selain itu, Juwita juga berperan sebagai fasilitator yang membantu pelaku usaha mengakses permodalan, bantuan pemerintah, sarana prasarana, hingga peluang pemasaran dan kemitraan. Tidak hanya itu, sebagai mediator, ia turut menghubungkan pelaku usaha dengan pemerintah, lembaga keuangan, serta mitra pemasaran agar usaha mereka dapat berkembang lebih luas.

Peran sebagai motivator juga menjadi bagian penting dari tugasnya. Ia secara aktif memberikan edukasi mengenai teknologi baru agar pelaku usaha mampu bertransformasi dari metode tradisional menuju praktik yang lebih modern dan efisien. Juwita telah mengabdikan diri sebagai penyuluh selama 11 tahun. 

“Perjalanan karir saya dimulai ketika lulus kemudian langsung bergabung sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Peran UNAIR sangat besar dalam perjalanan karier saya, mulai dari pengetahuan, teknologi, hingga keterampilan yang dapat langsung diaplikasikan di lapangan,” ungkapnya.

Selama menjadi penyuluh di KKP, ia telah memberikan berbagai kontribusi nyata bagi masyarakat. Di antaranya pendampingan akses permodalan dan bantuan pemerintah, membantu pelaku usaha memperluas pemasaran melalui digitalisasi, dan mendampingi peningkatan kapasitas usaha serta kualitas produk perikanan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Menjadi seorang penyuluh adalah suatu amanah yang perlu dijalankan dengan tanggung jawab karena menjadi pihak yang berada langsung di lapangan bersama para pelaku utama perikanan untuk meningkatkan kualitas usaha. Juwita berpesan bagi mahasiswa agar tidak ragu berkarir di sektor perikanan. 

“Jangan pernah khawatir untuk mendapatkan pekerjaan di bidang perikanan karena peluangnya sangat luas. Sektor kelautan dan perikanan menjadi prioritas utama program pemerintah, dan Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar untuk terus dikembangkan,” pesannya.

Penulis : Maulya Afifah Zahra 

Editor : Khefti Al Mawalia