Universitas Airlangga Official Website

Kader Aksi Sendi Jadi Garda Depan, Mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR Cegah Rematik Sejak Dini

Simulasi pengisiam Formulir Skrining Rematik (Foto: Dok. Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan Kader Aksi Sendi di Balai Desa Bulusari, Dusun Krajan, pada Jumat (10/01/2026). Kegiatan ini melibatkan 16 kader posyandu, dengan masing-masing posyandu mengirimkan dua perwakilan kader.

Program Kader Aksi Sendi merupakan bentuk inovasi promotif dan preventif kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kader posyandu. Terutama dalam pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan sendi. Khususnya penyakit rematik yang banyak dialami oleh masyarakat usia dewasa hingga lanjut usia.

Dukung SDGs

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta SDGs nomor 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.

Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan Kader Aksi Sendi di Balai Desa Bulusari, Dusun Krajan, pada Jumat (10/01/2026)
Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan Kader Aksi Sendi di Balai Desa Bulusari, Dusun Krajan, pada Jumat (10/01/2026) (Foto: Dok. Istimewa)

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kesehatan sendi dan rematik oleh Devi Erlianingtias AMd Keb selaku bidan Desa Bulusari. Dalam pemaparannya, Devi menjelaskan pengertian rematik, faktor risiko, tanda dan gejala, serta menekankan pentingnya peran kader posyandu sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi dan pendampingan kesehatan kepada masyarakat.

Selanjutnya, Azka memberikan penjelasan sekaligus simulasi terkait pengisian formulir skrining rematik. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali kader dengan pemahaman teknis agar mampu melakukan skrining secara sederhana, tepat, dan mudah diterapkan di lingkungan posyandu. Para kader juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pengisian formulir skrining tersebut.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pendekatan komunikasi yang baik. Faradiva Husna menyampaikan materi mengenai teknik komunikasi efektif yang dapat dilakukan dalam pelaksanaan skrining, dan cara edukasi kepada masyarakat. Sehingga proses skrining dapat berjalan dengan nyaman serta meminimalkan potensi kesalahpahaman.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR juga menyerahkan sertifikat, poster, leaflet, dan buku saku kepada perwakilan kader posyandu. Media edukasi tersebut harapannya dapat bermanfaat sebagai sarana pendukung dalam pelaksanaan kegiatan Kader Aksi Sendi di masing-masing wilayah posyandu.

Salah satu perwakilan kader posyandu menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai bahwa program Kader Aksi Sendi memberikan pengetahuan baru yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai kader mbak. Materinya mudah dipahami dan bisa langsung diterapkan di masyarakat. Program seperti ini sebelumnya belum pernah ada di Desa Bulusari. Kami harap kegiatan Kader Aksi Sendi dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Bulusari, Bapak Mukhlis, yang turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara mahasiswa PKL dan kader posyandu dalam menghadirkan program inovatif tersebut.

“Saya mengapresiasi kerja sama mahasiswa PKL dan para kader posyandu dalam menghadirkan program Kader Aksi Sendi. Kegiatan ini sangat sejalan dengan upaya desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan penyakit rematik. Saya berharap ilmu yang diperoleh para kader dapat disebarluaskan kepada masyarakat dan program ini terus dikembangkan secara berkelanjutan di Desa Bulusari,” tuturnya.

Melalui kegiatan Kader Aksi Sendi ini, diharapkan kader posyandu mampu berperan aktif sebagai agen perubahan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan sendi di masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan sendi sejak dini guna mewujudkan masyarakat Desa Bulusari yang sehat dan berkelanjutan.

Penulis: Tim PKL FIKKIA

Editor: Yulia Rohmawati