Universitas Airlangga Official Website

Kajian Masjid Ulul ‘Azmi UNAIR Ajak Mahasiswa Tanamkan Amal Saleh sebagai Fondasi Hidup

Ustaz Dr Abdurrachman Ahmad Lc MHI saat menyampaikan ceramah mengenai urgensi amal saleh pada kajian, Jumat (29/8/2025). (Foto: Ulul ‘Azmi UNAIR Channel).
Ustaz Dr Abdurrachman Ahmad Lc MHI saat menyampaikan ceramah mengenai urgensi amal saleh pada kajian, Jumat (29/8/2025). (Foto: Ulul ‘Azmi UNAIR Channel).

UNAIR NEWS – Masjid di lingkungan kampus bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter dan penguatan spiritual mahasiswa. Melalui berbagai kajian rutin, mahasiswa masjid Ulul ‘Azmi Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi salah satu wadah yang konsisten menghadirkan kegiatan keislaman, salah satunya dengan adanya kajian setiap Jumat.

Dalam kajian tersebut mengundang Ustaz Dr Abdurrachman Ahmad Lc MHI yang memberikan materi mengenai urgensi amal saleh sebagai bekal utama akhirat. Bertempat di Ruang Utama Masjid Ulul ‘Azmi Kampus MERR-C UNAIR, kegiatan itu sukses terselenggara, Jumat (29/8/2025). 

Dalam ceramahnya, Ustaz Abdurrachman menjelaskan bahwa amal saleh secara etimologis berarti amal ibadah yang baik dan tidak bercampur dengan hal-hal buruk. Ia menekankan bahwa amal sholeh memiliki dua dimensi, yakni duniawi, yang penilaiannya berasal dari manusia, serta ukhrawi, yang nilainya murni dari Allah SWT.

“Amal saleh yang sejati adalah ukhrawi. Tingkatan amal ibadah sholeh sangat tinggi, bahkan melebihi seluruh tingkatan lain. Seseorang dikatakan saleh ketika amal ibadahnya tidak tercampur dengan hal-hal yang tidak baik, seperti ketika salat dilakukan dengan penuh kekhusyukan hanya untuk Allah,” jelasnya.

Ustaz Abdurrachman menambahkan, amal saleh merupakan kunci bagi tercapainya kehidupan yang baik dunia maupun akhirat. Untuk itu, setiap Muslim perlu melakukan mujahadah atau kesungguhan dalam beribadah. Salah satu tahapannya adalah menjaga kehalalan makanan dan minuman karena doa yang dipanjatkan akan lebih mudah dikabulkan apabila sumber penghidupannya halal.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga lisan. “Ucapan yang baik lebih baik daripada shadaqah yang disertakan hal-hal yang menyakitkan hati. Inilah bagian dari amal saleh yang dinilai tinggi oleh Allah SWT,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Abdurrachman turut mengingatkan lima penghalang utama yang dapat menjauhkan seorang hamba dari amal saleh, yaitu merasa puas dengan kebodohan agama, tamak terhadap dunia, kikir dalam berbagi rezeki, mengagumi pendapat diri sendiri, serta berbuat riya’ untuk mendapatkan pujian manusia.

“Orang yang melakukan amal ibadah dengan niat riya’ hanya akan mendapatkan penilaian dari manusia, bukan dari Allah. Padahal hakikat amal saleh adalah murni ibadah yang ditujukan kepada Sang Pencipta,” tambahnya.

Kajian itu kemudian ditutup dengan doa bersama agar Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan inayah-Nya sehingga umat Muslim dapat istikamah dalam melaksanakan amal saleh. Ustaz Abdurrachman berpesan agar setiap jamaah senantiasa berusaha mencapai tingkat ibadah yang ikhlas dan penuh khusyuk, sebab hanya dengan amal saleh kehidupan yang baik dan rida Allah SWT dapat diraih.

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Khefti Al Mawalia