Universitas Airlangga Official Website

Kajian Pra-Nikah Masjid Ulul Azmi UNAIR Bahas Cinta Yang Diridhoi Allah

Ustaz Aditya Abdurrahman dalam Kajian Pra-Nikah Masjid Ulul Azmi UNAIR. (Foto : Dokumentasi Masjid Ulul Azmi UNAIR)

UNAIR NEWS – Cinta merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta maka dirinya dapat memanusiakan manusia sebagaimana mestinya. Dalam gelaran rutin Masjid Ulul Azmi Universitas Airlangga yakni Kajian Pra-Nikah membahas tema Tidak Semua Yang Dicintai Bisa Dinikahi. Kajian yang digelar pada Selasa (16/5/2023) itu menghadirkan narasumber Ustaz Aditya Abdurrahman.

Ustaz Aditya menuturkan bahwa dalam kehidupan di dunia, mencintai bisa kepada hobi, pekerjaan, dan lainnya yang bersifat duniawi. Sedangkan cinta yang bersifat akhirat ialah cinta kepada Allah, Rasul, dan Al-Qur’an.

“Mencintai dunia juga dapat mengundang akhirat ketika niat kita mencintai dalam rangka mencari ridho Allah SWT,” ungkap Ustaz Aditya.

Dalam konteks dunia, ia mengatakan bahwa kita boleh mencintai sesama manusia. Perasaan cinta itu fitrah atau sesuatu yang boleh. Namun, cinta harus sesuai dengan syariat yang Allah perbolehkan.

“Cinta itu adalah fitrah. Maka lelaki memiliki perasaan pada perempuan dalam konteks syahwat itu boleh. Tinggal bagaimana sikap selanjutnya,” ujar Ustaz Aditya.

Menempatkan Manusia pada Posisi Tepat

Allah memberikan perasaan kepada lelaki dan wanita untuk kemudian bersatu dalam pernikahan. Jika sudah bersatu, maka keduanya akan merasa hatinya tentram kemudian dapat menyalurkan rasa kasih sayangnya berdua. Cinta akan membawa manusia menempatkan manusia lain pada posisi yang tepat.

“Allah tidak memberikan perasaan cinta untuk menyiksa. Allah memberikan cinta agar dua manusia dapat bersatu dalam satu bahtera,” tutur Ustaz Aditya.

Ia menambahkan, puncak dari perasaan cinta manusia adalah pernikahan. Jika Allah memberikan perasaan kepada dua manusia namun tidak dapat bersatu, maka cinta tersebut merupakan cinta yang tidak Allah restui.

Ustaz Aditya juga menjelaskan jika cinta itu menyiksa maka ada dua kemungkinan yakni niat dalam mencintai masih keliru dan apa yang dicintai di luar dari ridho Allah. Jika Allah ridho maka orangtua pun ridho. Ada sebab orangtua bisa tidak ridho, yakni karena memang orangtua paham bahwa cinta yang dijalani adalah diluar ridho Allah dan kemungkinan alasan lainnya ialah tendensi.

Allah menjadikan manusia merasakan cinta terhadap apapun yang di dunia inginkan. Cinta yang sesuai syariat maka Allah akan meridhoi cinta tersebut. Ciri cinta yang sesuai syariat menurut Ustaz Aditya adalah yang berlandaskan cinta kepada Allah dan Rasul.

“Ketika seorang manusia mencintai maka cinta itu tidak harus berbalas. Penolakan terjadi hanya jika Allah tidak meridhoi,” tambahnya.

Tiga Cara

Ada tiga cara yang Ustaz Aditya berikan dalam mengungkapkan cinta. Pertama, menyiapkan niat. Dalam hal ini adalah memilih yang sudah sesuai kriteria Allah atau belum. Kedua, menerima konsekuensi atas ungkapan tersebut. Artinya, jika sudah memilih sesuatu, maka kita harus bertanggung jawab.

Ketiga, adalah mengungkapkan kepada orangtua dengan keseriusan. Jika sudah melakukan ketiga cara tersebut namun berakhir dengan penolakan, maka harus bijak dalam menyikapinya. (*)

Penulis : Nova Dwi Pamungkas

Editor : Binti Q Masruroh