Universitas Airlangga Official Website

“Kami Lelah Tapi Jangan Menyerah” Dilema dan Tantangan Perawat Pratama Menghadapi Varian Omicron

IL by Hermina Hospital

Ada ancaman langsung terhadap kesehatan masyarakat di seluruh dunia karena munculnya versi akut Omicron sindrom pernafasan coronavirus 2 (SARS-CoV-2).1,2 Pada bulan Februari 2022, itu diidentifikasi sebagai VOC terbaru. Sejak Desember 2021, varietas Delta telah menjadi strain yang paling banyak beredar secara global, sedangkan Omicron menyebar lebih cepat. Pada 7 Januari 2020, di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, pejabat China berhasil mengisolasi dan virus COVID-19 yang teridentifikasi. Baik tetesan pernapasan maupun sentuhan langsung dapat menyebarkan virus COVID-19.3,4 Kontak langsung dengan individu yang terinfeksi adalah cara penularan yang paling dapat diandalkan, tetapi kontak tidak langsung dengan permukaan yang terinfeksi atau benda (seperti termometer atau stetoskop) juga dapat menjadi faktor penyebaran infeksi.5,6 Per 6 Oktober 2021, 4.223.095 orang di Indonesia memiliki hasil tes positif Covid-19. Empat juta lima ratus dua orang punya sembuh total dari Covid-19, 28.381 lainnya menjalani perawatan medis di rumah sakit atau isolasi, dan 142.413 telah meninggal karena virus. Per tanggal 6 Oktober 2021, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia sebanyak 4.223.092. 1 Dari total orang yang terinfeksi Covid-19, 4.052.300 telah sembuh seluruhnya, 28.381 masih menerima perawatan medis di rumah sakit atau di isolasi, dan 142.413 telah meninggal. Sebuah isolasi fasilitas di daerah pedesaan akan membantu mengelola antisipasi masuknya kasus COVID-19 dan mencegah rumah sakit mendekat kapasitas. Hal ini didukung oleh sejumlah penelitian.7

Penularan COVID-19 lebih mungkin terjadi di departemen utama di sektor kesehatan. Primer klinik perawatan adalah titik kontak awal antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, oleh karena itu risiko infeksi untuk baik pasien maupun stafnya signifikan.8 Perawat sangat berisiko tertular COVID-19 karena mereka berurusan langsung dengan pasien dalam pengaturan perawatan primer.9,10 Di ruang gawat darurat, perawat memiliki risiko tertular yang signifikan virus COVID-19.11 Perlindungan yang tidak memadai, kontak yang terlalu lama dengan pasien yang terinfeksi langsung, tekanan pekerjaan, dan kekurangan personal alat pelindung diri (APD) adalah beberapa variabel yang sebelumnya ditemukan berkontribusi terhadap penyebaran COVID-19 di antara petugas layanan kesehatan.12–15 Terlepas dari penggunaan APD yang meluas, banyak petugas layanan kesehatan tetap berisiko terkena COVID-19. Selain kemudahan penyebaran virus, struktur manajemen utama diberlakukan selama pandemi sebagian besar penyebab penyebaran COVID-19 di kalangan profesional kesehatan. Selama saat ini pandemi, sistem perawatan kesehatan membutuhkan sistem manajemen utama yang sesuai.10,15–17 Penyampaian perawatan primer di Indonesia diperumit oleh ukuran negara dan sifat pedesaannya yang tersebar luas daerah terpencil. Perilaku terkait dengan hasil kesehatan yang lebih buruk18 lebih umum di antara mereka yang tinggal di pedesaan dan daerah terpencil di Indonesia. Ketika pasien masuk atau saat pergi ke salah satu dari banyak rumah sakit kecil di pedesaan dan lokasi yang jauh tidak ada, mereka kadang-kadang dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar karena kurangnya medis staf.

Dalam kedua keadaan tersebut, pasien dalam kondisi serius biasanya harus menunggu bantuan medis tiba di rumah sakit rumah sakit.19 Perawat sering menjadi bagian terbesar dari staf rumah sakit di fasilitas yang lebih kecil yang terletak di daerah yang lebih jauh. Sering kali, ketika dokter tidak tersedia, terserah kepada perawat terdaftar untuk menyediakan manajemen perawatan primer di depan baris.20 Pendekatan petugas kesehatan kepada masyarakat untuk melakukan tes dan pelacakan kontak dekat sering terhambat resistensi yang kuat dari masyarakat. Banyak juga orang yang tidak jujur ​​ketika masuk SD perawatan kesehatan, sehingga risiko yang kita hadapi cukup tinggi.21 Dengan mengeksplorasi perspektif perawat perawatan primer pedesaan di Indonesia pada masa pandemi varian omikron, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan literatur yang tidak ada khusus menangani masalah ini. Studi ini secara khusus menargetkan RN yang bekerja di lingkungan perawatan primer karena mereka akan melakukannya mendapatkan hasil maksimal dari itu.

Penulis: Prof. Dr. Ah. Yusuf S., S.Kp., M.Kes.

Jurnal: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37006344/